Iming-iming Kurang Menggiurkan |
Apakah Anda bersedia menangkap dan melaporkan kepada petugas jika melihat ada calo beraksi? (17-28 November 2003) | | Ya |  | | 42,64% | 197 | | Tidak |  | | 47,19% | 251 | | Tidak tahu |  | | 10,17% | 14 | | Total | 100% | 462 |
Tangkap calo tiket kereta api dan dapatkan hadiah uang. Pesan dari spanduk bernada ”provokatif” yang terpampang di Stasiun Kereta Api Juanda, Jakarta, itu ternyata tak selalu membuat orang tergerak. Hasil jajak pendapat Tempo Interaktif dalam sepekan lalu menunjukkan bahwa mayoritas (47 persen) responden menjawab tidak untuk pertanyaan ”Apakah Anda bersedia menangkap dan melaporkan kepada petugas jika melihat ada calo beraksi?”
Kampanye itu tak sepenuhnya ditanggapi dengan apatisme. Sebab, ada 42 persen responden yang menjawab ya dan 10 persen yang memilih tidak tahu. Responden yang enggan berpartisipasi mungkin melihat bahwa kongkalikong antara para calo dan orang-orang di dalam PT Kereta Api Indonesia membuat kampanye anticalo tak akan efektif. Inilah tantangan PT Kereta Api jika di masa mendatang ingin menerapkan cara baru memberantas calo.
Indikator Pekan Ini:
Sejak H-7 sampai Lebaran, polisi mencatat ada tujuh kecelakaan, dengan 9 korban meninggal dunia, 19 luka berat, dan 8 luka ringan. Itu hanya korban yang tercatat di ruas jalur utama Subang, Jawa Barat. Ruas jalan sepanjang 45 kilometer yang membentang antara Gamon, Patokbeusi, dan Sewo, Pusakanegara itu memang dikenal rawan sehingga dijuluki jalur tengkorak.
Polisi Purwakarta melansir kecelakaan itu akibat kelalaian manusia. Benarkah? Apakah faktor kondisi jalan dan sistem pengaturan lalu lintas tidak ikut berpengaruh? Menurut Anda, bagaimana kesiapan pemerintah menangani arus mudik kali ini, baik lewat angkutan darat, laut, maupun udara? Kami tunggu pendapat Anda dalam polling di www.tempo.co.id
|
|
| |
|
|
| buatan Radja|endro |
Majalah
Tempo
28/XXXVII/01 - 7 September 2008

|
|
| |
|
|
|
|