Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 39/XXXII/24 - 30 November 2003
   
Surat

Surat Pembaca

Blue Bird dan Penderitaan Kami




Saya pengemudi Blue Bird. Pada November 2002, saya mengalami kecelakaan kerja di jalan tol Tanjung Priok, yang mengakibatkan cacat seumur hidup. Kedua kaki saya patah dan hingga kini masih ada lima pen di kaki. Setiap hari saya menggunakan dua tongkat dan saya juga tak bisa lagi bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Bahkan kami masih berutang kepada Rumah Sakit Islam Cempaka Putih karena kami tak kuat membayar biaya rawat inap selama 45 hari sebesar Rp 31,4 juta. Beban ini sungguh berat harus kami tanggung.

Tapi, hingga sekarang, manajemen Blue Bird tak pernah sekali pun memberikan santunan dan jaminan kecelakaan kerja, sehingga kehidupan kami dan keluarga sangat menderita. Saya harus menghidupi satu istri dan dua anak. Sumber nafkah kami sekarang ini hanyalah mertua, yang bekerja sebagai tukang sampah di pasar. Dan manajemen Blue Bird juga menahan santunan PT Asuransi Jasa Rahardja sebesar Rp 5 juta dan bantuan dari PT Citra Marga Nusaphala Persada sebesar Rp 10 juta. Bantuan tersebut tidak pernah sampai ke tangan kami.

Saya mengetuk hati nurani manajemen Blue Bird agar cepat tanggap terhadap masalah saya. Sebab, saya telah menunggu cukup lama dan menderita selama hampir 13 bulan. Saya sudah berusaha menemui manajemen Blue Bird untuk menyelesaikan masalah ini, tapi tak pernah mendapatkan tanggapan. Padahal Blue Bird adalah perusahaan transportasi yang terbesar di Indonesia dan cepat perkembangannya. Sekali lagi, saya ingin mengetuk hati nurani manajemen Blue Bird. Kepada siapa lagi kami harus mengadukan penderitaan kami. Jika Bapak-Bapak di Blue Bird tetap tidak mau menolong kami, tembak mati saja kami satu per satu agar terlepas dari penderitaan ini.

MARIZA MULUK

NIP 16706

Cinere, Depok, Jawa Barat



Kekeringan di Tapos

Desa Pancawati, Tapos, Kabupaten Bogor, adalah hutan lindung yang subur dan kaya air. Selain itu, hutan ini dipenuhi pepohonan pinus hasil penanaman pemerintah beberapa tahun lalu. Tapi hutan tersebut sekarang terusik oleh rencana penyedotan air besar-besaran yang dilaksanakan perusahaan air minum swasta yang baru berdiri milik warga Jakarta yang mengadu untung di desa ini.

Penduduk mulai resah, tapi pembangunan pabrik air minum tersebut terus berjalan karena didukung aparat Desa Pancawati. Kami prihatin sekali karena pembangunan pabrik air minum tersebut diperkirakan akan menyebabkan kawasan persawahan, ladang, dan perkebunan milik penduduk tandus. Dampak lanjutannya sudah bisa diramalkan: banjir dan longsor akan mengancam wilayah tersebut.

Lebih dari itu, penduduk desa akan kesulitan bercocok tanam karena debit air sungai dan air tanah akan berkurang drastis dan pada akhirnya angka kemiskinan penduduk di kawasan itu akan meningkat. Kami mengimbau Pemerintah Kabupaten Bogor dan instansi terkait untuk turun tangan mengatasi hal tersebut.

AHMAD R.S.

Anggota DPRD tingkat II

Kabupaten Bogor, Jawa Barat



Puasa di Bulan Ramadan

Allah SWT menciptakan kita, umat manusia, sebagai khalifah di bumi. Selain memberi kita akal, Dia memberi kita hawa nafsu. Akal akan mengarahkan kita kepada kebaikan, sedangkan hawa nafsu akan menggiring ke arah yang sebaliknya. Hal itu sudah disebutkan firman Allah dalam Surat Yusuf ayat 53, yang artinya, "Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan kecuali yang dirahmati oleh Tuhanku (Allah)."

Hawa nafsu, kalau dibiarkan, bisa menjadi liar. Hawa nafsulah yang membuat seseorang menjadi berangkara murka, membunuh sesama, ingin berkuasa, sewenang-wenang (diktator), rakus harta, congkak, sombong, dan berbagai sifat jelek lainnya. Karena itu, Allah SWT menyuruh hambanya berpuasa di bulan Ramadan untuk mengendalikan dan mengekang hawa nafsu agar tidak liar.

Puasa ibarat perisai, dinding, dan benteng karena dapat melindungi pelaksananya dari kelemahan rohani dan jasmani. Puasa menjadi sumber penumbuh kekuatan cita-cita, kehendak, dan kemauan. Puasa juga menjadi sumber yang memancarkan kekuatan sinar di dalam batin. Selain itu, puasa membuat orang yang melaksanakannya berakhlak dan berbudi pekerti luhur, lemah lembut, dan halus tutur kata.

Puasa yang dilakukan dengan benar dan ikhlas menurut tuntutan syara' pahalanya yang besar langsung dari Allah sebagai yang tersebut dalam firman-Nya di dalam Hadis Qudsi (firman Allah yang tidak tercantum di dalam Al-Quran), yang artinya, "Semua amal perbuatan Bani Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Maka puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang (langsung) akan membalasnya. Dan bagi orang yang berpuasa diberikan dua kegembiraan, satu kegembiraan ketika berbuka dan satu kegembiraan lagi ketika menjumpai Tuhannya." Dan sungguh bau yang keluar dari mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada bau kesturi (Hadis Riwayat Thabrani).

Dengan puasa, seseorang dilatih untuk bersabar, sedangkan pahala untuk orang yang sabar adalah surga. Seyogianya orang yang berpuasa tidak hanya bersabar dalam menahan diri dari makan-minum di siang hari, tapi hendaknya menahan pula semua anggota badan, seperti mata, telinga, mulut, dan hati, dari segala perbuatan maksiat. Rasulullah bersabda, yang artinya, "Bukanlah orang yang berpuasa itu puasa dari makan dan minum saja, tetapi puasa juga dari omong kosong (perkataan tak berguna) dan perkataan kotor. Dan jika ada yang memaki-makimu atau berbuat kurang ajar padamu, maka ucapkanlah aku sedang berpuasa, sungguh aku sedang berpuasa" (HR Ibnu Majah).

Bulan puasa Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan kebaikan, bulan yang di dalamnya ada malam Lailatul Qadar, malam yang kebaikannya lebih baik dari seribu bulan. Pahala ibadah pada bulan Ramadan sepuluh kali lipat daripada bulan-bulan lain, maka jangan sampai kita lewatkan begitu saja tanpa arti. Mari kita perbanyak amal kebajikan: tilawah Al-Quran, zikir, sedekah, salat tarawih, umrah, silaturahmi, dan sebagainya.

Dan yang lebih penting dari semua itu adalah ikhlas. Semua amal yang kita kerjakan harus berlandaskan ikhlas semata-mata karena Allah SWT dan terbebas dari pamrih lain seperti ingin dipuji, mencari kemasyhuran, pangkat, dan harta benda. Karena ikhlas tidak semudah ucapan di mulut, banyak ulama yang berpendapat bahwa bagian yang paling sulit untuk diterapkan dalam diri manusia adalah ikhlas. Berfirman Allah dalam Hadis Qudsi, yang artinya, "Keikhlasan adalah satu rahasia-Ku yang Aku titipkan pada hati orang yang Aku cintai di antara hamba-hamba-Ku."

Pada zaman sekarang agaknya musuh-musuh Islam lebih mengenal bulan Ramadan sebagai bulan yang penuh kebaikan, maka mereka dengan segala daya upaya berusaha memalingkan umat Islam dari mencari kebaikan/ibadah. Sepanjang tahun mereka menyediakan acara-acara khusus untuk bulan Ramadan, seperti film seri, film komedi, kuis, dan festival. Maka hendaklah kita waspada terhadap bujukan-bujukan setan. Jangan sampai bulan puasa berlalu, sedangkan kita merugi tidak mendapat pahala dan ampunan dari Allah karena waktu habis tersita di depan TV mengikuti acara-acara yang tidak berfaedah. Bersabda Rasulullah SAW, yang artinya, "Alangkah meruginya seorang yang masuk bulan Ramadan sampai bulan Ramadan berlalu dia tidak mendapat ampunan dari Allah."

Terakhir dari tulisan ini, mari kita berdoa, semoga Allah memberi kita taufik dan hidayah serta kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dengan ikhlas serta qiyamul lail dan menjauhi segala macam maksiat, hingga pada hari raya Idul Fitri nanti kita termasuk orang yang kembali kepada kesucian, terbebas dari dosa "minal 'aidin", dan termasuk orang yang menang dalam memerangi dan mengalahkan hawa nafsu, mendapat ampunan dan pahala dari Allah SWT "wal faizin".

TASRI BIN MATHYO HASTONO

Arab Saudi



ICW dan Asuransi TKI

Sehubungan dengan pemberitaan di media massa tentang asuransi tenaga kerja Indonesia (TKI) serta berbagai aksi demonstrasi ke Indonesian Corruption Watch (ICW), ada beberapa hal yang perlu dijelaskan. Pertama, dalam talk show Today's Dialogue di Metro TV pada 5 November 2003, saya tidak pernah menuduh dan menyatakan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea melakukan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN).

Dalam dialog tersebut, saya justru meminta penjelasan dan klarifikasi sehubungan dengan kerja sama antara lima perusahaan yang telah ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagai penyelenggara pelaksanaan asuransi TKI dan PT Mitra Dhana Atmharaksa (MDA) sebagai koordinator konsorsium. Karena itu, saya mengadukan Jacob Nuwa Wea ke kepolisian karena tindakannya mendorong kepala saya dan berkata "kambing", bukan karena dugaan kasus korupsi.

Kedua, dalam dialog di Metro TV, saya mempertanyakan status hukum koordinator konsorsium PT Mitra Dhana yang terdaftar di Departemen Keuangan sebagai perusahaan pialang asuransi. Padahal, dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 157/2003, Pasal 5 ayat 2, disebutkan, "Biaya bantuan hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditanggung oleh Koordinator yang besarnya sesuai dengan nilai pertanggungan yang dikhususkan untuk itu."

Berdasarkan pasar 5 ayat 2 tersebut, koordinator konsorsium seharusnya adalah perusahaan asuransi dan mendapat izin usaha sebagai perusahaan asuransi. Namun Mitra Dhana Atmharaksa adalah perusahaan pialang asuransi dengan izin usaha pialang asuransi. Itulah sebetulnya yang saya pertanyakan dalam dialog di Metro TV.

DANANG WIDOYOKO

Indonesian Corruption Watch



Wisma Asri yang Tak Asri

Saya penghuni perumahan Wisma Asri, Bekasi Utara. Sementara datangnya hujan bagi petani adalah berkah yang ditunggu-tunggu, bagi kami turunnya hujan berarti datangnya waswas. Bisa dibilang, setiap musim hujan datang, jalan-jalan utama di Wisma Asri tak ubahnya sungai, terutama di sekitar pasar. Genangan air yang berwarna cokelat dan berbau sangat mengganggu warga di sekitarnya. Tapi perhatian pemerintah sangat minim. Seperti yang terjadi pada tahun ini. Pemerintah sama sekali tak terusik dengan jalan-jalan yang rusak tersebut. Padahal jalan tersebut sudah diserahkan pengembang ke pemerintah daerah, sehingga tanggung jawab perbaikannya pun ada di tangan pemerintah.

Pemerintah bersama warga memang sudah berkali-kali memperbaiki saluran air dan jalan utama perumahan kami. Tapi perbaikan tersebut sepertinya ala kadarnya, sehingga setiap hujan datang, got-got tak mampu menampung air hujan dan akhirnya air menggenangi jalanan. Dan akibatnya, jalan selalu kembali rusak. Demikian terjadi berulang-ulang setiap tahun. Bahkan belakangan perbaikan jalan makin jarang dilakukan. Lama-lama kami merasa bahwa kerusakan jalan di Wisma Asri tampaknya sudah menjadi proyek yang harus diadakan setiap tahun, sehingga dana bisa terus mengucur. Semoga pemerintah mendengarkan keluhan kami.

UMI S.

Wisma Asri, Bekasi Utara



Bekasi Makin Ruwet

Bekasi sebagai kota penyangga Jakarta belakangan makin semrawut. Di beberapa tempat sekarang berdiri pusat-pusat perbelanjaan baru yang makin memacetkan lalu lintas di sekitarnya. Salah satunya adalah pusat perbelanjaan di pintu tol Bekasi Barat. Dalam enam bulan terakhir, sudah ada tambahan dua pusat perbelanjaan di kawasan itu, yakni Ramayana dan Mega Bekasi.

Tanpa mal pun daerah itu sudah macet, terutama jam-jam pulang kantor atau pada hari-hari Sabtu dan Minggu. Apalagi, para pejalan kaki tidak tertib. Kendati sudah dibuatkan jembatan penyeberangan, toh mereka masih saja menyeberang di jalan raya. Begitu pula dengan angkutan umum. Meskipun di wilayah itu tidak terdapat halte, mereka tetap saja mengambil penumpang di pintu tol dan depan Hero. Akibatnya, dua daerah itu seperti terminal bayangan. Mobil-mobil angkutan umum berjubel dan saling mendahului,tak ada bedanya dengan terminal.

Susahnya, polisi hanya menjaga wilayah itu pada sore hari saja. Itupun tak setiap hari. Akibatnya, kemacetan selalu terjadi meskipun pintu tol Bekasi Barat sudah dipecah dua. Sudah saatnya Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan cetak biru pembangunan kota Bekasi yang punya daya jangkau jauh ke depan sebelum semuanya terlambat.

MIFTAH hassan

Bekasi Utara, Jawa Barat



Perpustakaan Elkasa

Kami dari Lembaga Kajian Masalah Kebangsaan (Elkasa), sebuah lembaga nirlaba yang bergerak dalam bidang penelitian dan studi tentang masalah-masalah kebangsaan. Lembaga ini didirikan pada Agustus 2002 dengan tujuan ikut menegakkan, mengembangkan, dan menyebarkan nilai-nilai yang demokratis, kesetaraan, dan hubungan antarmanusia yang harmonis, demi mewujudkan sebuah bangsa yang berpegang pada nilai-nilai kemajemukan serta menjunjung tinggi martabat manusia.

Kami sedang menyiapkan perpustakaan dan pusat dokumentasi yang nantinya akan melayani peneliti, mahasiswa, dan masyarakat umum yang membutuhkan informasi mengenai sejarah, sosial, politik, ekonomi, dan kebudayaan.

Berkaitan dengan itu, kami membutuhkan dukungan masyarakat luas dalam bentuk sumbangan buku, baik dari perorangan, kelompok, maupun lembaga/instansi pemerintah atau swasta, berupa buku bacaan umum, buku tentang etnis seperti Tionghoa, dan sebagainya, guna lebih melengkapi dan menambah koleksi buku yang ada. Buku-buku langka adalah koleksi yang akan kami prioritaskan.

Dengan dibangunnya perpustakaan untuk umum tersebut, kami berharap nantinya perpustakaan ini dapat dijadikan tempat alternatif bagi masyarakat luas untuk sarana membaca atau belajar. Sumbangan buku dapat dialamatkan ke Sekretariat Elkasa, Jalan Melawai VI Nomor 2A, Jakarta Selatan. Untuk informasi lebih jauh, silakan hubungi Saudari Kustini di nomor telepon 021-7233389 atau faks 021-7251621.

GILBERT WIRYADINATA

Ketua Dewan Pengurus Elkasa



Jaga Kebersihan Jalan Ganesha

Rektor ITB yang sekarang sangat visioner dan programnya cukup membumi. Dimulai dengan membersihkan lingkungan kampus Ganesha yang sebelumnya sangat kumuh dan kotor oleh gubuk dan tenda para pedagang kaki lima. Lalu membuat trotoar untuk pejalan kaki dan menata tempat parkir kendaraan. Sebuah upaya yang hebat!

Tetapi terus terang saat ini saya merasa waswas karena beberapa pedagang sudah mulai kembali memasuki areal Jalan Ganesha yang terlarang untuk berjualan.

Dimulai oleh beberapa pedagang makanan, bahkan para pedagang buku sudah berani berjualan dengan membangun tenda biru yang sangat merusak pemandangan.

Hari ini satu-dua tenda berdiri, esok lusa para pedagang yang lain akan turut menyerbu kembali. Oleh karena itu jangan sampai lengah Pak Rektor! Segeralah tertibkan!

A. GANDAKUSUMAH

Gegerkalong Hilir, Bandung



Ralat Edisi 17-23 November 2003



  1. Dalam rubrik Peristiwa dan Daerah, halaman 18, terdapat berita berjudul Boyce Kunjungi Al-Hikmah. Yang benar: Boyce Kunjungi Al-Hikam.


  2. Dalam rubrik Pokok dan Tokoh, halaman 136, dalam berita berjudul Amien Rais: Jual Muka, tertulis usia Amien Rais 64 tahun. Yang benar: 59 tahun.


  3. Dalam berita berjudul Daftar Tunggu Kiai Langitan terdapat foto dengan caption "Hasyim Muzadi. Memimpin doa pada acara Silaturahmi Ulama dan Pengasuh Pondok Pesantren NU Seluruh Indonesia." Yang benar: doa tersebut dipimpin K.H. Muchit Muzadi, kakak kandung Hasyim Muzadi.


  4. Dalam tulisan berjudul 'Isyarat Langit' untuk Presiden terdapat foto dengan caption "Saifullah Yusuf dan Gus Dur." Yang benar: "K.H. Muchit Muzadi dan Gus Dur."


  5. Dalam berita berjudul Maut di Antara Kiamat dan Surga terdapat foto dengan caption "Suasana menanti kiamat di Pondok Nabi Sibuea." Yang betul, mereka berada di tempat penampungan di Gereja Bethel Tabernakel, Jalan Lengkong Besar, Bandung.


  6. Dalam tulisan berjudul Politikus Fenomenal yang Terlupakan terdapat foto K.H. Idham Chalid. Foto tersebut adalah foto K.H. Ahmad Mursidi. Ini adalah foto K.H. Idham Chalid yang benar.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data