|
Urusan K.H. Hasyim Muzadi, 59 tahun, memang bukan semata mengurusi umat nahdliyin. Sejumlah persoalan harus ditanganinya, termasuk sepak bola. Karena alasan itu pula, meski dirinya mengaku masih kelelahan akibat banyak acara selama Ramadan ini, Selasa pekan lalu dia mau menerima proses perdamaian dua klub sepak bola yang tengah berseteru, yakni Persebaya Surabaya dan Arema Malang.
Perseteruan ini terjadi gara-gara Bejo Sugiantoro dan Hendro Kartiko—keduanya bekas pemain PSPS Pekanbaru—yang semula sudah oke menerima pinangan Arema malah memilih Persebaya di kemudian hari. Bahkan Bejo sudah mengambil panjar Rp 10 juta. Nah, daripada berlarut-larut, ia pun rela menerima permintaan untuk mendamaikan keduanya.
"Saya bersedia karena, kalau persoalan Persebaya dan Arema dibiarkan, bisa terjadi pergesekan tajam di tingkat basis atau pendukung masing-masing," katanya. Ujung-ujungnya, kalau tidak segera dibenahi, sepak bola nasional tidak akan pernah maju. Biar harapannya terkabul, sehabis acara itu Hasyim Muzadi langsung memimpin doa bersama. Intinya, agar sepak bola nasional terhindar dari fitnah sebagai biang kerusuhan.
|