|
|
| |
Edisi. 51/XXXI/17 - 23 November 2003
|
Lupakan Cinta, Raihlah Harta Film komedi romantik ini benar-benar menyegarkan. Selain temanya asyik, Catherine Zeta-Jones dan George Clooney pun bermain cemerlang. |
INTOLERABLE CRUELTY
Skenario : Robert Ramsey & Matthew Stone
Sutradara: Joel Coen
Pemain: George Clooney, Catherine Zeta-Jones, Geoffrey Rush
Produksi: Universal Pictures
JATUHLAH talak dan akulah orang yang paling berbahagia. Begitulah kira-kira prinsip Miles Massey (George Clooney), pengacara perceraian paling terkenal di Los Angeles. Bukti seberat apa pun yang bisa memojokkan kliennya, dengan mudahnya dapat dibelokan menjadi bumerang bagi lawannya. Sedemikian licinnya, Miles tak pernah kandas dalam menangani kasus perceraian. Kemenangan selalu berada dalam genggaman kliennya. Dialah aset bagi perusahannya. Kepintaran dan kebulusannya membawa ribuan dolar masuk ke firma hukumnya.
Tak terkecuali ketika dia kedatangan seorang pengusaha kaya, Rex Rexroth (Edward Herrmann), yang digugat cerai oleh istrinya, Marylin (Catherine Zeta-Jones) gara-gara tertangkap basah berselingkuh dengan cewek blonda nan sintal. Marylin pun memiliki bukti kuat, sebuah kaset video yang direkam Gus Petch (Cedric The Entertainer). Namun toh Miles benar-benar brilian. Pada saat situasi sulit, dia berhasil menemukan saksi yang memberatkannya, Baron Krauss von Espy (Jonathan Hadary). Saksi itulah yang menerangkan bahwa sebenarnya Marylin mengawini Rex semata hanya untuk duitnya. Marylin takluk. Harta Rexroth pun aman.
Film garapan Joel Coen ini benar-benar menarik. Sutradara yang kondang dengan film Fargo—yang melejitkan nama Frances McDormand sebagai aktris terbaik—dan film surealis Barton Fink, menyuguhkan sebuah komedi gelap tentang sebuah nilai perkawinan bagi sebagian masyarakat Amerika. Perkawinan di sana, seperti yang sering muncul di media, tak melulu merupakan sebuah ikatan yang sakral tapi juga bisa berarti ladang untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya. Biarpun berkait dengan rasa, toh semuanya harus diukur dengan logika dan menjaga harta.
Nah, si pengeruk duit adalah Marylin Rexroth. Perempuan cantik dan sempurna bodinya. Baginya, perkawinan semata harus berakhir dengan perceraian. Dalam film ini, peran yang dimainkan Zeta-Jones tak ubahnya dengan yang dimainkan dalam film Traffics. Dia menjadi nyonya kaya yang doyan kongko dengan ibu-ibu lain di kalangan jetset. Baginya menikah dengan pria kaya raya tak lain merupakan upaya mendapatkan kekayaan. Kawin sebentar, terus minta cerai: seluruh harta pun berpindah tangan. Tapi, rupanya dia lupa bahwa ada orang lain yang bisa menggagalkannya, yakni pengacara yang lihai seperti Miles Massey. Gara-gara kalah di pengadilan, dia memendam dendam pada pengacara ganteng itu.
Tema yang biasa ini diramu dengan gaya komedi yang menggelitik dengan gaya komikal. Gus menguntit Rexroth bermesraan dengan wanita blonda. Lalu sang produser opera sabun yang kaya raya mendadak menjadi gembel karena kalah dalam proses persidangan. Inilah permainan Coen yang gemilang.
Namun yang paling menarik tentu saja soal pergulatan Marylin dan Miles Massey. Permainan kata-kata yang menjadi urat film ini menjadi sangat bernas meluncur dari mulut keduanya. Sebabnya, permainan yang gemilang dari dua bintang, yakni Clooney dan Zeta-Jones. Keduanya tak ubahnya pasangan yang sejak awal telah tergali chemistry-nya.
Sejak awal, diam-diam mereka telah tertarik satu sama lain. Miles terpesona dengan kecantikan Marylin, sebaliknya Marylin seperti menemukan lelaki yang paling ideal dalam hidupnya. Meski air liurnya menetes, Marylin berniat membuatnya merana. Kisah pertentangan ini kemudian menjadi menarik. Marylin berhasil memainkan perasaan Miles, dengan menikahi suami barunya dengan meminta agar dibuatkan perjanjian prapernikahan. Itu dilakukan karena dia tak ingin dicap sebagai perempuan pengeruk harta suaminya.
Namun belakangan ketahuan pernikahan itu hanya main-main. Dan Miles pun berhasil mengajak Marylin kawin. Keduanya setuju meski perlu syarat, yakni harus pakai surat perjanjian pranikah yang akan menjamin harta miliknya tidak mudah jatuh ke tangan Marylin. Tapi kemudian keadaan berubah. Surat itu dirobeknya. Dan di depan asosiasi pengacara perceraian, Miles akan menghentikan semua kegiatannya dan akan memberikan layanan probono bagi orang-orang yang datang padanya.
Sial. Miles Massey pun tertipu. Marylin memang cerdik. Dia pun kabur meninggalkan Miles. Dan seperti yang sudah-sudah, perkawinan baginya adalah masa sekejap untuk berleha-leha, sebentaran saja dia pun meninggalkan suaminya. Saking paniknya, Miles pun mengirimkan pembunuh untuk menghabisi nyawa Marylin.
Namun ternyata keduanya berbaikan dan lagi-lagi mereka pun sepakat membuat surat perjanjian pranikah. Tapi, tak lama kemudian, surat itu pun dirobek lagi. Dengan adegan penutup ini, agaknya Coen ini meninggalkan sebuah letupan besar.
Irfan Budiman
|
|
| |
|
|
| buatan Radja|endro |
Majalah
Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

|
|
| |
|
|
|
|