Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 51/XXXI/17 - 23 November 2003
   
Album

Noor Achirul Layla, 44 tahun

Dunia jurnalistik radio Indonesia ditinggalkan satu tokohnya. Noor Achirul Layla meninggal dunia Sabtu pekan lalu, pukul 16.45, di Rumah Sakit Imanuel, Bandung. Noor meninggal karena menderita kanker usus. Jenazah dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Maleer, Bandung, Minggu pagi.

Noor dianggap sebagai pelopor "jurnalisme radio baru"—paham yang menjadikan radio bukan semata-mata penyedia informasi, tapi juga media penampung keluhan publik. Noor menerapkan gagasannya di radio Mara FM, tempat ia meniti karier jurnalistik dari reporter hingga menjadi direktur utama. Di bawah asuhan Noor, Mara FM menyediakan ruang khusus bagi keluhan warga, kemudian meneruskannya ke pejabat berwenang. Melalui tangan Noor pula, Mara mendeklarasikan diri sebagai radio swasta berita pertama di Indonesia. Mara FM seperti melawan larangan pemerintah Orde Baru dengan dalih menyajikan informasi, bukan berita.

Kerabat kerja dan handai tolan banyak yang mengaku kehilangan Mbak Ea—demikian ia biasa disapa. "Dia manusia dengan banyak ide. Yang saya ingat, dia sangat terbuka dengan kritik dan saran," kata seniman asal Bandung, Aom Koesman. Kesan Aom yang lain, Mbak Ea sangat tegas dalam menerapkan prinsip-prinsip dan etika jurnalistik.

Noor, yang lahir pada 13 April 1959, sempat menjadi anggota Dewan Kode Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Mbak Ea juga aktif di banyak lembaga penyedia dan kajian informasi, misalnya Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Internews, dan Institut Studi Arus Informasi (ISAI).

Ketua Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini meninggalkan suami, Mirza Sukma, serta dua orang anak, Siti Fatiah, 16 tahun, dan M. Faridz, 10 tahun. Mungkin karena dedikasinya kepada dunia pendidikan dan jurnalistik, pelayat yang mendatangi Mbak Ea kebanyakan mahasiswa dan praktisi pers.



"Indonesia tidak membutuhkan Undang-Undang Kerukunan Umat Beragama. Akar konflik itu perebutan sumber ekonomi dan kekuasaan."

Chandra Setiawan, Ketua Indonesian Conference on Religion and Peace, di Jakarta, Kamis pekan lalu.

"Pada pemilu mendatang, jika ada partai yang membagi-bagi uang, jangan dicoblos. Karena, belum menang saja sudah licik, bagaimana kalau sudah menang?"

K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dalam tablig akbar di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Rabu pekan lalu.



TEMPO DOELOE

17 November 1278

Sebanyak 680 warga Yahudi di Inggris ditahan karena memalsukan koin. Dari jumlah itu, 293 di antaranya digantung.

17 November 1917

Lenin mempertahankan keputusannya mencabut kebebasan pers.

18 November 1497

Vasco da Gama mencapai Tanjung Harapan.

18 November 1970

Linus Pauling mengumumkan bahwa dosis tinggi vitamin C bisa digunakan untuk mengatasi flu.

19 November 1928

Edisi pertama majalah Time terbit dengan sampul Kaisar Hirohito dari Jepang.

20 November 1910

Revolusi pecah di Meksiko.

20 November 1949

Populasi Yahudi di Israel mencapai sejuta orang.

21 November 1806

Kaisar Napoleon melarang perdagangan dengan Inggris melalui Dekrit Berlin.

21 November 1977

Penerbangan pertama Concorde, jet berkecepatan supersonik, berlangsung dari London ke New York.

22 November 1930

Elijah Muhammad mendirikan Nation of Islam di Detroit.

22 November 1967

BBC diam-diam melarang I Am the Walrus karya The Beatles.

23 November 1936

Majalah Life, gagasan Henry R. Luce, diterbitkan untuk pertama kalinya. Majalah ini dibuat berdasarkan sebuah model dari Jerman: The Munich Illustrated Press.

23 November 1971
Republik Rakyat Cina mendapatkan kursi sebagai anggota permanen Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data