Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 37/XXXII/10 - 16 November 2003
   
Pokok dan Tokoh

Bayar Impian

S uruhlah Kristina, 22 tahun, bernyanyi dangdut sambil menggoyangkan tubuhnya. Pasti dia akan fasih seraya bikin deg-degan yang menontonnya. Tapi, kalau menghafal dialog panjang dalam skenario, apalagi ditambah harus berakting dengan wajah memelas, Kristina mengaku kerepotan. "Aku kan masih belajar," celotehnya.

Repotnya, dalam beberapa pekan ke depan, ia harus melakukan hal itu. Ini berkait dengan perannya dalam sebuah sinetron yang berkisah tentang perjalanan seorang penyanyi. Eh, kok mirip sinetronnya Inul? "Kenapa sih harus dihubung-hubungkan dengan Inul?" kata Kristina sambil cemberut.

Yang pasti, emoh dinomorduakan, Kristina mengaku punya sedikit modal dalam berakting. Apaan tuh? Rupanya, dia punya pengalaman pernah main sandiwara dalam acara tujuh-belasan ketika masih imut. "Tapi ada bedanya, dong. Kalau dulu enggak dibayar, sekarang ada honornya, he-he-he ...," ujarnya.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data