Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 37/XXXII/10 - 16 November 2003
   
Pokok dan Tokoh

Berkah Budek

T ampang boleh tak komersial, tapi soal rezeki malah ramai menggelendot pada Bolot, 61 tahun. Sebulan penuh selama Ramadan, tidurnya tak penuh gara-gara harus mengisi acara di sebuah stasiun televisi. "Yang namanya rezeki kagak kemane, deh, kalau memang milik kite," kata pria bernama asli Mamad ini, kalem.

Bolot memang tengah laku. Gara-garanya, dia punya ciri khas, yakni pria budek alias kurang bagus pendengarannya. Peran itu menjadi cap dagangnya setelah sukses sebagai Ketua RT Bolot dalam serial komedi Pepesan Kosong garapan sutradara Ali Shahab. Tapi, apa sih artinya bolot? "Itu nama kecil saya. Artinya bukan budek, tapi asalnya dari kata 'bolopotan'," tuturnya.

Inilah istilah yang sering kali diucapkan neneknya, yang asal Tegal, waktu Bolot masih kecil, karena terlampau nakal. Tapi, karena perannya, belakangan kata "bolot" menjadi kosakata tambahan dalam bahasa remaja Jakarta untuk pengganti kata budek itu. Karena itu pula, Bolot girang betul. "Gini-gini, saya menciptakan kata baru, ya," kata Bolot, eh, Mamad sambil terkekeh.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data