Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 37/XXXII/10 - 16 November 2003
   
Kartun

Kartun Edisi No. 37/XXXII/10 - 16 November 2003

Membebat Luka di Maluku
Rusuh Maluku adalah selarik sejarah yang mesti dicatat dengan tinta hitam. Hanya dalam dua tahun pertama kerusuhan antar-agama di sana, sekitar 3.000 orang tewas percuma dan 67.000 lainnya terserak dalam kamp-kamp pengungsian. Kini, empat tahun setelah amuk itu pertama kali berkobar, warga muslim dan Kristen mulai merasakan betapa sesungguhnya mereka saling membutuhkan. Yang muslim tak bisa mengusir hama babi hutan—sesuatu yang dulu dikerjakan warga Kristen. Sebaliknya, warga Kristen mengaku rindu masakan yang dulu dibuat kerabat muslim mereka. Wartawan TEMPO Mardiyah Chamim September lalu mengunjungi Ambon dan Kepulauan Seram, Maluku, bersama rombongan International Medical Corps (IMC), lembaga swadaya masyarakat AS yang menangani proyek rekonsiliasi di daerah konflik. Di Maluku.  
Srikandi, Golok, dan Puskesmas Bisu
Sebuah klinik terapung memberikan pelayanan kesehatan kepada penduduk korban konflik Maluku. Tenaga medis punya peran yang tak kecil dalam meredakan amarah di sana.  
Setelah Lewat Tiga Babak
Maluku memerlukan sekitar tiga tahun untuk memulihkan luka-luka pertikaian. Bukan waktu yang singkat, tapi jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.  
Senjata Haram di Dalam Bara
Setelah aneka razia dan pelucutan, ratusan senjata organik tentara dan polisi masih saja beredar di Maluku.  

 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data