Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 37/XXXII/10 - 16 November 2003
   
Ekonomi dan Bisnis

”Tak Ada Hubungannya dengan Wiranto”

DANA hasil pembobolan BNI, seperti halnya skandal Bank Bali dulu, deras mengalir ke segala penjuru. Satu nama yang santer dikabarkan ikut terciprat adalah Tito Sulistio, tokoh penting dalam tim sukses salah seorang calon kuat presiden dari Partai Golkar, Jenderal (Purnawirawan) Wiranto.

Tito bukan nama asing di belantara bisnis. Reputasi sarjana ekonomi lulusan Universitas Indonesia tahun 1982 ini pernah begitu kondang di lantai bursa ketika menjadi direktur Pentasena Artha Securities milik Siti Hediati Soeharto. Setelah itu Tito sempat dipercaya putri Soeharto yang lain, Siti Hardijanti Rukmana, untuk memimpin dua perusahaannya, PT Citra Marga Nusaphala Persada dan kemudian stasiun Televisi Pendidikan Indonesia.

Untuk mengklarifikasi isu yang tengah membelitnya, Mohamad Teguh dari TEMPO mewawancarai pria yang mengoleksi tak kurang dari 500 jenis golok ini. Petikannya:

Anda kenal dengan Adrian Waworuntu?

Iya, dia teman lama gua naik motor besar.


Bisnis apa dengan Adrian?

Saya tidak pernah punya perusahaan bersama dia. Cuma di Cafe Salsa (sekarang Waroeng Kemang—Red.), itu pun kecil. Jumlahnya tidak signifikan. Jadi, sudahlah, jangan dikait-kaitkan.


Benarkah Adrian, dengan dana pembobolan BNI, membeli rumah Anda beberapa bulan lalu?

Apa-apaan ini? Itu urusan bini gua.


Harga jualnya sampai Rp 28 miliar?

Begini, kalau ada orang menjual rumah terus ditanya berapa harganya, Anda marah nggak? Sudahlah, ini tidak ada urusandengan BNI. Semuaorang menelepon soal rumah itu. Istri saya sampai mbrebes mili (menangis). Jangan begitulah. Kasihan dia. Wong, lagi butuh duit terus ada yang beli, kok jadi begini.


Sebegitu mahalnya, berapa sih luas rumah Anda?

Enggak, gua enggak mau jawab. Ini urusan pribadi. Sebenarnya saya malas menanggapi pertanyaan seperti ini. Tapi, karena ini bulan puasa, saya mau jawab. Jujur, demi Allah, tidak ada apa-apa dalam penjualan itu. Sekarang terserah lu mau apa. Ayo, mau apa?


Lokasinya di Cipete?

Saya sudah bilang tidak mau bicara soal ini. Pokoknya enggak!


Benar Anda bersama Adrian pernah punya perusahaan yang berkantor di Menara Imperium lantai 21, dan kini ditempati markas tim sukses Wiranto?


Tidak benar itu. Sudahlah, jangan dikaitkan ke mana-mana. Gua baru kenal Pak Wiranto sekitar bulan Juli. Gua jual rumah Juni. Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pak Wiranto.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data