Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 35/XXXII/27 Oktober - 02 November 2003
   
Monitor

Bush Tak Akan Berubah

Mayoritas responden berpendapat pertemuan Presiden AS dan tokoh agama di Bali tak banyak gunanya.

Pertemuan Presiden Amerika Serikat George W. Bush dengan Presiden Megawati dan beberapa tokoh agama di Bali ditanggapi beragam oleh publik di Tanah Air.

Ada demonstrasi menolak Bush, ada kiai yang tak mau memenuhi undangan AS itu, tapi ada pula yang datang dan mendukung. Menurut Ketua Nahdlatul Ulama, Hasyim Muzadi—salah seorang undangan yang hadir—dalam dialog sepanjang satu jam itu kebijakan AS di Timur Tengah dikritik tajam. AS dianggap terlalu gegabah mengaitkan terorisme dan Islam. Kabarnya, Bush takzim mendengarkan kritik para tokoh.

Tapi apakah Bush akan mengubah pandangannya setelah dikritik? Responden jajak pendapat TEMPO meragukannya. Sebagian besar menyebutkan pertemuan Bali sebetulnya tidak ada gunanya untuk umat Islam di Indonesia. Namun yang lain mengatakan para tokoh agama yang hadir setidaknya bisa menjelaskan kepada Bush bahwa umat Islam bukan teroris dunia. Kelompok yang terakhir bahkan menilai pilihan Kiai Abdullah Gymnastiar untuk tidak hadir dalam pertemuan itu sama saja dengan membiarkan Bush memiliki pandangan yang salah tentang Islam.

I G.G. Maha Adi




Apakah Presiden George W. Bush akan mendengarkan masukan dari tokoh Islam di Indonesia?
Ya39%
Tidak48%
Tidak tahu13%
 
Apakah Presiden Bush akan mengubah pandangannya tentang Islam setelah pertemuan di Bali?
Ya24%
Tidak56%
Tidak tahu20%
 
Apakah kebijakan pemerintah AS mengenai terorisme dan Islam akan berubah setelah pertemuan di Bali?
Kebijakan pemerintah AS tidak akan berubah, sama saja60%
Kebijakan pemerintah AS akan berubah18%
Tidak tahu21%
 
Bagaimana pendapat Anda tentang penolakan Kiai Abdullah Gymnastiar untuk hadir dalam pertemuan di Bali?
Ya, setuju36%
Tidak setuju21%
Tidak tahu43%
 
Alasan setuju:
Pertemuan itu tidak ada gunanya27%
Bush sudah membenci umat Islam16%
Umat Islam sudah membenci Bush12%
Bush tidak akan mendengarkan masukan dari umat Islam10%
Bagi Bush/AS, Islam adalah teroris8%
Bush hanya mencari pamor di mata internasional7%
Berarti Gymnastiar adalah tokoh Islam yang punya prinsip6%
Bush pembohong besar6%
Kita bukan bangsa atau umat yang bisa diatur bangsa lain5%
 
Alasan tidak setuju
Pertemuan itu berguna untuk mencegah kesimpangsiuran informasi bagi kedua pihak45%
Seharusnya tokoh Islam itu jangan sok idealis15%
Penolakan itu akan memperburuk citra bangsa13%
Pertemuan itu bisa menjelaskan bahwa Islam bukan teroris10%
Pertemuan itu akan membawa kebaikan bagi umat Islam9%
Jika diundang, sebaiknya kita datang meski hanya formalitas8%
 
Apakah pertemuan di Bali ada gunanya bagi umat Islam di Indonesia?
Ya28%
Tidak47%
Tidak tahu25%
 
Jika ada, apa gunanya?
Ada penjelasan bahwa Islam bukan teroris35%
Dapat mengubah pandangan Bush/AS terhadap Islam32%
Kesempatan untuk memperbaiki citra Indonesia di mata AS dan dunia31%
Tidak akan ada lagi diskriminasi antar-agama6%
Adanya kerja sama antarnegara dalam memberantas teroris6%
 



Metodologi jajak pendapat :

Jajak pendapat ini dilaksanakan pada 21-23 Oktober 2003 di lima wilayah DKI Jakarta dengan metode stratified random sampling dengan jumlah responden 520 orang. Dengan jumlah sampel itu, diperkirakan margin of error-nya 5-6 persen. Wawancara dilakukan secara tatap muka.


Independent Market Research

Tel: 5711740-41, 5703844-45 Fax: 5704974


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data