Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 35/XXXII/27 Oktober - 02 November 2003
   
Indikator

Awas, Pemain Luar di Poso

Percayakah Anda bahwa ada orang luar yang terlibat dalam penyerangan beberapa desa di Sulawesi Tengah?
(17 - 24 Oktober 2003)
Ya
87.2%546
Tidak
9.6%60
Tidak tahu
3.2%20
Total100%626


Bumi Sulawesi Tengah kembali tegang akibat penyerangan terhadap beberapa desa di Kecamatan Morowali, 9-12 Oktober lalu. Ketegangan mereda setelah polisi memburu dan mulai menangkapi pelaku penyerangan. Hasilnya, beberapa penyerang tewas. Polisi juga menemukan senjata otomatis, seperti M-16, dalam penangkapan.

Pemerintah, seperti disampaikan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Susilo Bambang Yudhoyono, tak main-main dalam upaya mengembalikan kedamaian di wilayah itu. Korban sudah terlalu banyak. Dalam penyerangan terakhir, sedikitnya 10 warga tewas. Pemerintah berencana menurunkan satuan tempur, setelah sebelumnya memberi perintah kepada Badan Intelijen Negara supaya melakukan operasi.

Yudhoyono menduga, pelaku penyerangan adalah gabungan antara ”pemain” lama di Poso dan orang luar. Mayoritas peserta jajak pendapat Tempo Interaktif sependapat. Apa pun, yang terpenting kini adalah menemukan pelakunya, agar kekerasan tak meluas.

Jajak pendapat ini tidak bersifat ilmiah dan hanya mencerminkan opini para pemakai Internet yang berpartisipasi dalam jajak ini. Hasilnya, yang dibuka setiap Jumat pukul 13.00, bisa dibaca juga di Majalah TEMPO terbaru dalam rubrik Indikator.





Indikator Pekan Ini:
Mayat Fathur Rohman al-Ghozi sudah dikirim ke Indonesia. Namun, masih ada soal yang tersisa. Tim forensik yang mengautopsi jenazahnya menemukan beberapa kejanggalan yang membuat mereka ragu soal penyebab kematian Al-Ghozi. Versi pemerintah Filipina, Al-Ghozi tewas dalam kontak senjata dengan aparat keamanan di Filipina selatan.

Tim Pembela Muslim, yang diberi mandat oleh keluarga untuk menangani Al-Ghozi, berencana mengajukan gugatan kepada pemerintah Filipina berdasarkan hasil autopsi itu. Muncul juga desakan agar pemerintah Indonesia meminta klarifikasi kepada pemerintah Filipina soal kematian pria asal Madiun itu.

Perlukah? Kami tunggu pendapat Anda di www.tempointeraktif.com.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data