Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 35/XXXII/27 Oktober - 02 November 2003
   
Album

Mahathir Mohamad, Aburizal Bakrie, dan Arifin Panigoro

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad bukan hanya diakui lihai bermain politik. Ia juga dianggap sebagai insinyur andal. Menjelang pengunduran dirinya dari panggung politik pada akhir Oktober ini, Mahathir mendapat penghargaan Distinguished Fellow Award dari Federasi Organisasi Insinyur se-Asia Tenggara (AFEO). Penghargaan diberikan di Hotel Sheraton Mustika, Yogyakarta, Rabu pekan lalu.

Mahathir memperoleh penghargaan itu karena jasanya di bidang engineering di Malaysia khususnya dan Asia Tenggara pada umumnya. Di Malaysia, Mahathir dinilai berhasil mendorong profesi insinyur melalui kebijakannya di bidang teknologi. Strategi dan kebijakan Mahathir di bidang teknologi, industri, dan sumber daya manusia membuat Malaysia cepat terlepas dari impitan krisis yang mendera Asia pada 1997.

Mahathir menjadi pemimpin negara kedua yang meraih penghargaan itu. Tahun lalu, Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, memperoleh anugerah serupa karena keberhasilannya dalam mengembangkan program swasembada pangan.

Untuk level nasional Indonesia, Aburizal Bakrie and Arifin Panigoro juga menyabet penghargaan yang sama. Kedua tokoh—pengusaha sekaligus politikus—itu dinilai berjasa dalam memajukan organisasi Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Dalam profesi keinsinyurannya, Aburizal dan Arifin dianggap berjasa dalam mengadopsi standardisasi profesi insinyur yang diterapkan di kawasan Asia Tenggara.

Meninggal

Widjanarko, 50 tahun

Sekretaris Menteri Koordinator Perekonomian, Widjanarko, meninggal dunia Selasa pagi pekan lalu. Lelaki kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah, itu wafat di rumah dinasnya di Kompleks Departemen Keuangan, Jalan Cipete 8, Jakarta Selatan. Saat ajal menjemput, almarhum tidak meninggalkan anak ataupun istri.

Widjanarko meninggal mendadak. Endin, pegawai di rumah dinasnya, menuturkan bahwa pagi itu Widjanarko tiba-tiba pingsan. Widjanarko sempat dilarikan ke Rumah Sakit Setia Mitra. Saat tim medis memeriksanya, ia ternyata sudah meninggal. "Mungkin Bapak kecapekan. Sejak pulang dari dinas ke luar negeri, Bapak sering sakit," ujar Endin. Setelah disemayamkan di Kompleks Direktorat Jenderal Moneter, Kembangan, Jakarta Barat, jenazah Widjanarko dimakamkan di kota kelahirannya.

Sehari-hari Widjanarko tinggal di rumah dinas. Ia hanya ditemani seorang pegawai rumah tangga, seorang sopir, dan dua orang satpam. Di tempat kerja, pria yang masih lajang itu dikenal ulet. "Beliau memang tipe pekerja keras," kata Anlen Pakpahan, Direktur Pembiayaan dan Pinjaman Daerah Departemen Keuangan. Sejak bergabung di Departemen Keuangan pada 1971, Widjanarko sempat menduduki jabatan penting, antara lain sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan. n



"Sudah dua minggu saya tidak sikat gigi. Saya pening memikirkan hidup ini mau ke mana."

— Dina, 17 tahun, korban penggusuran di Kampung Sawah, Tanjung Duren, Jakarta Barat.

"Tahun 2004 merupakan tahun penuh ketidakpastian. Karena itu, saya berharap DPR menyadari bahwa tidak perlu ada eksperimen kebijakan baru."

— Menteri Keuangan Boediono dalam diskusi yang digelar Centre for Strategic and International Studies (CSIS) di Jakarta, Rabu pekan lalu.



TEMPO DOELOE

27 Oktober 1492

Christopher Columbus mendarat di Kuba dan mengklaimnya untuk Spanyol.

27 Oktober 1938

Du Pont mengumumkan nama nilon bagi benang sintetis temuannya.

28 Oktober 1875

Gilbert Grosvenor lahir. Dialah yang mengubah pamflet National Geographic Society yang tak tentu terbitnya menjadi majalah yang terbit teratur dan bersirkulasi hampir dua juta eksemplar.

28 Oktober 1922

Fasisme menjadi nyata di Italia begitu Benito Mussolini mengambil alih pemerintahan.

29 Oktober 1863

Komite Palang Merah Internasional dibentuk di Jenewa, Swiss.

30 Oktober 1905

Tsar Nicholas II mengeluarkan Manifesto Oktober. Dia menyetujui diberlakukannya kebebasan sipil dan diselenggarakannya pemilihan umum demi mencegah meluasnya dukungan bagi revolusi.

30 Oktober 1974

Muhammad Ali bertarung melawan George Foreman di Kinshasa, Zaire. Ali memukul jatuh Foreman pada ronde kedelapan. Ali kembali menjadi juara dunia tinju kelas berat.

31 Oktober 1914

Inggris dan Prancis mendeklarasikan perang melawan Turki.

1 November 1911

Pesawat-pesawat Italia melancarkan pengeboman pertama di dunia di atas Tanguira, Libya.

1 November 1968

Motion Picture Association of America memperkenalkan sistem rating (G, M, R, X).

2 November 1953

Pakistan menjadi republik Islam.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
29/XXXVII/08 - 14 September 2008

 

Berita lainnya

Brasil Cukur Chili - 08 Sep 2008 | 10:41 WIB
Importir Karet Thailand Beralih ke Indonesia - 08 Sep 2008 | 10:40 WIB
Mayoritas Guru di Malang Belum Bersertifikat - 08 Sep 2008 | 10:26 WIB
Partai Republiku Sudah Siapkan Calon Legislator - 08 Sep 2008 | 10:26 WIB
Heart Bersaudara Tuntut Sarah Palin - 08 Sep 2008 | 10:25 WIB
Di Luar Kata Sitok dan Acep - 08 Sep 2008 | 10:19 WIB
15 Menit di Istanbul - 08 Sep 2008 | 10:19 WIB
Soal Republiku, Komisi Pemilu Ajukan Kasasi ke MA - 08 Sep 2008 | 10:18 WIB
Victoria Beckham Bantah Bisnisnya Gagal - 08 Sep 2008 | 10:17 WIB
Resep Jitu Inggris Mengalahkan Kroasia - 08 Sep 2008 | 10:13 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data