|
H abis gosip, terbitlah tenar. Setelah digempur gosip tak lezat, dari kedekatan dengan pejabat di Pemda Riau sampai pesta narkoba bersama seorang menteri, Iyeth Bustami, 29 tahun, memborong ketenaran. Belum lagi piala dari MTV dipenuhi debu, eh pekan lalu dia dinobatkan sebagai penyanyi rekaman wanita terbaik dari Anugerah Dangdut TPI. "Akhirnya, namaku bisa dibicarakan orang bukan hanya karena gosip," tuturnya.
Toh, semua anugerah ini ternyata tidak cuma dicapai dengan setetes keringat, tapi juga setumpuk duit. "Inilah harga yang harus dibayar mahal untuk sebuah popularitas," katanya. Kok bisa begitu? Kabarnya, untuk memproduksi rekaman Laksamana Raja di Laut, dia mengeluarkan duit hingga Rp 1 miliar. "Soal harga itu relatif. Nanti dibilang sombong," jawab Iyeth, kalem.
Yang pasti, biarpun sudah banyak penghargaan yang diterimanya, toh terdengar juga suara dari kampung halamannya yang menuduh Iyeth tak setia pada pakem asli lagu Melayu. Soal itu, dia punya jawabannya. "Ini album komersial. Kalau mau sesuai dengan pakem, pemda memodali aku dong," tuturnya menantang.
|