Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 34/XXXII/20 - 26 Oktober 2003
   
Pokok dan Tokoh

Satu Miliar

H abis gosip, terbitlah tenar. Setelah digempur gosip tak lezat, dari kedekatan dengan pejabat di Pemda Riau sampai pesta narkoba bersama seorang menteri, Iyeth Bustami, 29 tahun, memborong ketenaran. Belum lagi piala dari MTV dipenuhi debu, eh pekan lalu dia dinobatkan sebagai penyanyi rekaman wanita terbaik dari Anugerah Dangdut TPI. "Akhirnya, namaku bisa dibicarakan orang bukan hanya karena gosip," tuturnya.

Toh, semua anugerah ini ternyata tidak cuma dicapai dengan setetes keringat, tapi juga setumpuk duit. "Inilah harga yang harus dibayar mahal untuk sebuah popularitas," katanya. Kok bisa begitu? Kabarnya, untuk memproduksi rekaman Laksamana Raja di Laut, dia mengeluarkan duit hingga Rp 1 miliar. "Soal harga itu relatif. Nanti dibilang sombong," jawab Iyeth, kalem.

Yang pasti, biarpun sudah banyak penghargaan yang diterimanya, toh terdengar juga suara dari kampung halamannya yang menuduh Iyeth tak setia pada pakem asli lagu Melayu. Soal itu, dia punya jawabannya. "Ini album komersial. Kalau mau sesuai dengan pakem, pemda memodali aku dong," tuturnya menantang.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data