Syahrial, Selangkah Lagi Duet Syahrial Oesman-Mahyudin segera dilantik. Jalan sudah mulus? |
JALAN Syahrial Oesman untuk menikmati kursi Gubernur Sumatera Selatan tinggal selangkah. Sinyal positif telah disampaikan Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno dalam pertemuan dengan anggota DPRD provinsi itu di Departemen Dalam Negeri, Sabtu pekan lalu. Memang belum ada keputusan resmi Presiden yang menyatakan kapan Syahrial dilantik. Tapi, kata Hari, empat hal yang dipersoalkan separuh anggota Dewan dianggap tak signifikan.
"Kalau nanti keppres-nya turun dan saya masih di Tanah Suci, masih ada Menteri Dalam Negeri ad interim atau Menteri Koordinator Politik dan Keamanan yang melantik," kata Hari Sabarno. Karena itu, beberapa saat sebelum melaksanakan ibadah umroh, Senin pekan lalu, dia berjanji menemui Presiden untuk membicarakan hal tersebut.
Adalah anggota Fraksi Partai Golkar, Oemar Burniat, yang merekam pembicaraan dalam pertemuan itu, dan memperdengarkannya kepada wartawan dua hari kemudian. Sejawatnya, Muhamad Merdeka dari Fraksi PDI-P, ikut menyimak isi rekaman itu bersama lima wartawan, termasuk Arief Ardiansyah dari TEMPO. "Pertemuan itu kami rekam agar bisa jadi bukti kalau ada apa-apa di kemudian hari," kata Oemar.
Dalam rekaman tersebut Hari menyatakan sengaja mengundang anggota Dewan atas perintah Presiden Megawati Soekarnoputri. Dia diminta menjelaskan sikap akhir pemerintah seputar polemik terpilihnya duet Syahrial Oesman-Mahyudin pada 4 Agustus lalu. Duet itu unggul satu suara di atas Rosihan Arsyad-Radjab Semendawai, yang dijagokan PDIP dan Partai Golkar. Duet Syahrial semula akan dilantik pada 12 September, tapi ternyata keputusan presiden itu belum turun.
Penyebabnya adalah empat hal yang dipersoalkan 37 dari 75 anggota DPRD. Setelah dikaji, ternyata bahan polemik itu tak cukup kuat untuk dipertahankan. Tentang tak dibacakannya surat Menteri Dalam Negeri dalam Sidang Paripurna Dewan sebelum pemilihan gubernur berlangsung, misalnya, kata Hari tak patut jadi soal. Sebab, isinya cuma informasi agar setiap calon melengkapi persyaratan administrasi. Nyatanya, calon yang tidak lengkap tak meraih satu suara pun.
Hal itu sama tak berpengaruhnya dengan tindakan seorang panitia pemilihan yang mengambil formulir bakal calon gubernur tapi tak mundur dari kepanitiaan. Sebab, ternyata yang bersangkutan batal ikut bursa pencalonan. Sedangkan soal anggota Dewan yang didampingi anaknya saat ke bilik suara karena sakit, pun sudah banyak presedennya.
Khusus soal masih ikut sertanya seorang anggota Dewan yang memberikan suara padahal sudah diganti, Hari meminta anggota Dewan merujuk peraturan tata tertib dan struktur anggota Dewan. Di situ disebutkan, keanggotaan dewan berlaku saat dia disumpah. "Nah, kebetulan pengganti antarwaktu itu belum disumpah, sehingga suara sang anggota tetap sah," katanya.
Penjelasan ini betul-betul membuat masygul kubu pendukung Rosihan. Apalagi ketika interupsi seorang dari mereka tak dilayani Hari Sabarno. Tanpa mengucapkan salam dan berjabat tangan, mereka meninggalkan ruang pertemuan. Dua hari kemudian, Ketua Fraksi Partai Golkar, Ansyori Manahan, yang menjadi juru bicara kelompok itu, melayangkan surat protes ke Presiden Megawati.
Selain menolak penjelasan Menteri Dalam Negeri, mereka juga memprotes sikap Hari yang dinilai diskriminatif karena tak memberikan hak bicara kubu mereka. "Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan cacat hukum dan prosedur. Kami memohon kepada Presiden untuk dilakukan pemilihan ulang," katanya. Namun Direktur Jenderal Bidang Otonomi Daerah, Oentoro Sindung Mawardi, tetap yakin hal itu tak akan banyak berpengaruh.
Apalagi Departemen Dalam Negeri juga tak berniat memperpanjang masa tugas Rosihan, yang akan berakhir 9 November mendatang. "Nggak usahlah, nanti hubungan antara Dewan dan Pemda nggak harmonis," katanya saat ditemui TEMPO, Jumat pekan lalu. Syahrial sendiri, selama masa penantian, rupanya lebih banyak tinggal di Bogor dan Jakarta. Bukan untuk melobi kanan-kiri, melainkan mendekati para investor agar bersedia membangun Sumatera Selatan. "Dari semula dia yakin saat pelantikan akan datang," kata Nur Iswanto, Wakil Ketua Fraksi PDIP.
Sudrajat
|