Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 34/XXXII/20 - 26 Oktober 2003
   
Luar Negeri

Lintas Internasional

Singapura

Asia Tenggara dan Al-Qaidah

Negara-negara Asia Tenggara termasuk urutan teratas pendukung jaringan Al-Qaidah. Begitulah pernyataan Michael Chandler, ketua tim pemantau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seperti dikutip The Straits Times, surat kabar terkemuka di Singapura, pekan lalu. Chandler mensinyalir, generasi ketiga pendukung Al-Qaidah ini tidak selalu dilatih di Afganistan. "Namun mereka sama-sama menganut ideologi Usamah bin Ladin dan mengikuti seruannya perang suci (jihad)," kata Chandler lagi.

Ketika mengeluarkan pernyataan tersebut, Chandler sedang berada di Singapura untuk mengikuti konferensi mengenai pemberantasan terorisme. Chandler dan timnya memaparkan sejumlah gambaran hasil penyelidikannya tentang gerakan Bin Ladin di Asia Tenggara. Usamah dan para pemimpin senior Al-Qaidah telah mengubah Afganistan menjadi pangkalan mereka sebagai generasi pertama para pendukung Al-Qaidah.

Di mata Chandler, generasi kedua Al-Qaidah adalah mereka yang melakukan serangan 11 September 2001. Dan Asia Tenggara berpotensi melahirkan generasi ketiga gerakan itu. "Saya prihatin karena ada elemen yang bersimpati kepada Al-Qaidah serta menganut ideologi yang sama, dan ada pengikutnya di Asia Tenggara," papar Chandler.

Korea Selatan

Oposisi Tolak Referendum

Presiden Korea Selatan, Roh Moo-hyun, menuai badai, menyusul kasus suap yang melibatkan orang terdekatnya dari SK Corp. Untuk mengukur seberapa jauh dukungan rakyat terhadap pemerintahnya, Roh berencana menggelar referendum. Tapi partai oposisi yang kini menguasai parlemen menolaknya. Bahkan mereka sangat bernafsu melakukan impeachment untuk melengserkan Roh. Partai Nasional Raya, oposisi kuat yang melawan Roh, tak ingin melihat posisi presiden makin kuat. Padahal sejumlah jajak pendapat menunjukkan Roh akan lolos dari lubang jarum jika melalui referendum.

Amerika Serikat

Pasukan Multinasional PBB ke Irak

Dewan Keamanan (DK) PBB akhirnya menyetujui resolusi tentang usul Amerika Serikat agar PBB mengirim pasukan multinasional ke Irak. Keputusan itu keluar setelah 15 anggota tetap dan tidak tetap DK PBB bersidang di New York, pekan lalu. Dalam pemungutan suara yang berlangsung di ruang sidang Markas Besar PBB, Rusia, Prancis, dan Jerman, tiga negara penentang AS dalam perang di Irak, menyatakan setuju dengan resolusi itu. Suriah, satu-satunya negara Arab yang menjadi anggota tidak tetap DK PBB, juga memberikan dukungannya.

Resolusi baru itu intinya berisi langkah pembentukan pasukan multinasional di bawah PBB untuk memulihkan situasi keamanan di Irak. Hal ini ditujukan untuk memberikan ruang gerak bagi pemerintahan sementara di Irak. Sayangnya, Rusia, Prancis, Jerman, jauh-jauh hari sudah menyatakan tidak akan mengirimkan pasukan untuk bergabung dengan pasukan multinasional. Bahkan mereka juga tidak memberikan sinyal tentang bantuan ekonomi bagi pemulihan ekonomi di Irak.

Australia

Sheriff di Asia Pasifik

George W. Bush memang kontroversial. Pekan lalu, Presiden Amerika Serikat itu mengeluarkan ucapan yang membuat gerah sejumlah politikus Australia. Ia menyebut Australia sheriff Amerika Serikat di kawasan Asia Pasifik. Bush akan mengadakan lawatan ke Sydney pekan depan. "Kami melihat Australia bukan sekadar sebagai deputy sheriff, tapi justru sheriff ," kata Bush. Di Amerika Serikat, sheriff dikenal sebagai aparat penegak hukum yang dipilih warga di tingkat daerah.

Istilah deputy sheriff pertama kali terlontar dari mulut Perdana Menteri John Howard pada 1999. Howard memandang Australia adalah deputy sheriff Amerika Serikat di kawasan ini. Selama ini, Howard memang dikenal sebagai pendukung kebijakan Amerika Serikat. Tak mengherankan jika sejumlah politikus lawan merasa gerah dengan istilah sheriff itu.

Telni Rusmitantri (AFP, Antara, The Straits Times


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data