|
Kekerasan memuncak, tapi sebuah jalan damai alternatif terbuka.Di Amman, sebuah upacara kecil dilakukan. Delegasi nonpemerintah dariIsrael dan Palestina mengakhiri perundingan damai yangdiharapkan menjadi kesepakatan final. Lembar-lembarPerjanjian Jenewa (Geneva Accord) yang disponsori Departemen LuarNegeri Swiss ini dikumpulkan Ahad pekan lalu. Kini tim yang dipimpinmantan Menteri Kehakiman Israel Yossi Beilin dan Menteri PeneranganPalestina Yasser Abed Rabbo membawa berkas-berkas penting ituke negerinya.
Perdana Menteri Israel Ariel Sharon menyebut kesepakatanpartikelir ini "kesalahan bersejarah terbesar sejakOslo". Begitu pula kaum militan Palestina. Tapiinilah poin-poin kesepakatan itu.
Perjanjian Jenewa:
- Palestina tidak akan mengutik-atik soal hak kembali para pengungsi.
- Palestina akan mengakui Israel sebagai negara Yahudi.
- Israel akan menarik mundur pasukan dari perbatasan 1967 kecuali kawasan tertentu.
- Yerusalem dibagi dua. Kawasan Arab menjadi wilayah Palestina, dan kawasan permukiman Yahudi di Yerusalem Timur plus Givat Ze'ev, Ma'aleh Adumim, dan sebagian Gush Etzion di Tepi Barat jadi wilayah Israel.
- Temple Mount masuk wilayah Palestina, tapi akan ada pasukan internasional yang menjamin kebebasan akses bagi semua pengunjung. Adapun Tembok Barat di bawah Israel.
- Permukiman Yahudi di Ariel, Efrat, dan Har Homa menjadi wilayah Palestina. Israel akan menyerahkan sebagian dari perbatasan Negev-Gaza, kecuali Halutza.
- Palestina berjanji mencegah teror dan penghasutan serta melucuti semua milisi.
- Negara Palestina akan didemiliterisasi.
- Perjanjian ini menggantikan semua resolusi PBB dan berbagai perjanjian sebelumnya.
|