Di luar dugaan, Sting mencetak sukses dengan Brand New Day, yang dirilis pada 1999. Ia membuktikan diri sebagai artis komersial yang terus mencipta, bukan semata-mata legenda hidup. Waktu itu, sebagian dari suksesnya adalah berkat Desert Rose, yang menampilkan vokal Farhat Bougallagui.
Memanfaatkan siasat yang sama, Sting kini kembali dengan Sacred Love. Dalam album dengan 11 lagu ini (satu di antaranya versi remix dari Send Your Love), ia menampilkan tiga bintang tamu: Vincente Amigo, Anoushaka Shankar, dan Mary J. Blige. Seperti halnya Bougallagui, mereka adalah wakil dari apa yang disebut world music (tapi aneh saja untuk Blige, yang justru dikenal sebagai bintang R&B).
Namun, berbeda dengan Brand New Day, album baru ini cenderung mengutamakan tata suara ketimbang penampilan. Karenanya, boleh dibilang album ini ibarat Mercury Falling (album Sting yang dirilis pada 1996) dibandingkan dengan Ten Summoner's Tales, album terbaik Sting yang dirilis tiga tahun sebelumnya.
Perempuan Perkasa dalam Politik Amerika
Ditulis oleh C. David Heymann, yang sebelumnya sukses dengan biografi Jacqueline Kennedy Onassis, buku The Georgetown Ladies' Social Club: Power, Passion, and Politics in the Nation's Capital ini menyajikan kisah menawan tentang kekuasaan perempuan di balik politik Amerika Serikat pada paruh terakhir abad ke-20. Heymann menulis, pada masa ketika para pria menggariskan aturan permainan politik, lima perempuan justru menjadi penentu siapa yang menang dan siapa yang kalah. Mereka adalah Katharine Graham (pemilik The Washington Post), Lorraine Cooper (istri senator dari Kentucky, John Sherman Cooper), Evangeline Bruce (istri Duta Besar David Bruce), Pamela Harriman (pengumpul dana Partai Demokrat yang menikah dengan jutawan Averell Harriman), dan Sally Quinn (penulis di The Washington Post dan istri bekas redaktur eksekutif The Washington Post, Ben Bradlee). Dengan mengorganisasi berbagai pesta menjadi ajang pertemuan dan pengambilan keputusan penting, mereka mengukuhkan pengaruh politik yang vital. Heymann menggali bahan melalui wawancara dengan keluarga, teman, lawan, pemuja, dan pengkhianat dari kelima orang itu.
'Notebook' dengan Layar 3D
Jika Anda sedang menimbang-nimbang hendak membeli notebook, mungkin ada baiknya mengambil keputusan setelah menimbang-nimbang produk baru ini: Actius RD3D. Diproduksi oleh Sharp Electronics, notebook ini dilengkapi layar monitor yang sanggup menampilkan perspektif tiga dimensi. Menurut Sharp, notebook ini tidak cuma bisa menjadi alat bantu yang berarti untuk aplikasi-aplikasi sains, misalnya CAD (computer-aided design), tapi juga hiburan, misalnya film dan permainan. Fitur pokoknya, antara lain, prosesor Intel Pentium 4 dengan kecepatan 2,8 GHz, DDR SDRAM 512 MB, hard drive 60 GB, dan multidrive DVD berkemampuan DVD-R/-RW/RAM, dan CD-RW.
Hemingway di Cakram DVD
Berdasarkan novel Ernest Hemingway, For Whom the Bell Tolls adalah film drama romantis berlatar belakang perang saudara Spanyol. Gary Cooper memainkan Robert Jordan, seorang warga Amerika Serikat yang idealistis yang ikut berperang bersama sekelompok gerilyawan di Spanyol. Ia ditugasi meledakkan sebuah jembatan penting demi menahan laju pasukan musuh. Ia jatuh cinta pada Maria (Ingrid Bergman), gadis desa yang bergabung karena dendam. Karena tak suka pada hubungan itu, Pablo, pemimpin gerilyawan, menolak membantu Jordan. Bagi mereka yang menyukai film klasik, film sepanjang dua jam lebih yang menampilkan akting cemerlang para pemainnya ini sudah tersedia versi DVD-nya.
Jejak Maya
http://www.astronautix.com/
Ensiklopedia Astronautika
Situs ini mengklaim sebagai sumber referensi yang direkomendasi antara lain oleh Encyclopaedia Britannica, asosiasi perpustakaan, dan badan ruang angkasa Amerika Serikat (NASA). Editor dan sekaligus penulis sebagian besar isinya adalah Mark Wade, yang berlatar pendidikan arkeologi dan antropologi.
Kekayaan isinya yang setara ensiklopedia hanya bisa dibuktikan dengan mengunjunginya.
http://www.jiffest.org/
Kembali ke Jiffest
Festival film tahunan Jakarta (Jiffest) sudah digelar lagi. Yang istimewa kali ini adalah layanan tiket online. Ini untuk pertama kalinya disediakan, sejak dimulainya penyelenggaraan Jiffest. Di situs ini, selain informasi tentang layanan itu, Anda bisa pula melongok jadwal putar dan judul film yang ikut merayakan festival tahun ini.