Hamzatoen Roesjdah Kiemas, 84 tahun |
Presiden Megawati Soekarnoputri membatalkan sejumlah acara kenegaraan, termasuk sidang kabinet terbatas dan perjamuan Presiden Aljazair di Istana Bogor, Selasa pekan lalu. Presiden hari itu berduka karena mertuanya, Ny. Hamzatoen Roesjdah Kiemas, 84 tahun, meninggal.
Ibunda Taufiq Kiemas itu mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta, pukul 06.15. Jenazah sempat disemayamkan di rumah duka di Jalan Sumatera 20, Menteng, Jakarta Pusat. Siangnya, jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Almarhumah meninggal setelah lama sakit-sakitan karena usia yang sudah tua. Selama sakit, istri Tjik Agus Kiemas itu sempat menjalani sejumlah terapi, termasuk mendengarkan lagu-lagu kenangan.
Jenazah ibu dari sebelas anak itu dikubur di taman makam pahlawan karena semasa hidupnya pernah menerima beberapa bintang tanda jasa, antara lain Bintang Jasa Gerilya, Satya Lencana Perang Kemerdekaan, dan Satya Lencana Gelar Kehormatan. Suaminya, Tjik Agus Kiemas, pernah menerima Bintang Mahaputera Nararya.
Panglima Kodam Jaya, Mayjen Djoko Santoso, memimpin upacara pemakaman. Di samping Presiden dan suaminya, hadir pada saat pemakaman Kepala Staf TNI dari tiga angkatan dan sejumlah menteri kabinet.
”Pernyataan Presiden George W. Bush tentang rencana pemerintah Amerika memperbarui kerja sama militer dengan Indonesia sangat mengecewakan. Investigasi kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia masih macet.”
— Patsy Spier, janda korban penyerangan di Timika pada 31 Agustus 2002, kepada Tempo News Room di Washington, DC, pekan lalu.
”Saya sudah memberikan semua yang terbaik, tenaga, waktu, dan pikiran. Tapi ternyata saya tidak mendapat dukungan.”
— Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Akbar Tandjung, mengungkapkan kekecewaannya, Senin pekan lalu, setelah mengalami kekalahan dalam konvensi bakal calon presiden di beberapa daerah.
TEMPO DOELOE
20 Oktober 1820
Spanyol menjual sebagian dari Florida kepada Amerika Serikat seharga US$ 5 juta.
20 Oktober 1945
Mesir, Suriah, Irak, dan Libanon membentuk Liga Arab sebagai front persatuan untuk menghadapi pendirian negara Yahudi di Palestina.
21 Oktober 1879
Thomas A. Edison menyempurnakan bola lampunya setelah pengujicobaan selama 14 bulan di laboratoriumnya di Menlo Park, New Jersey.
21 Oktober 1915
Pesan radio telepon pertama ditransmisikan dari Arlington, Virginia, Amerika Serikat, ke Paris.
21 Oktober 1950
Pasukan Cina menduduki Tibet.
22 Oktober 1918
Baltimore dan Washington kehabisan peti mati pada masa epidemi "Influenza Spanyol".
22 Oktober 1964
Jean Paul Sartre (1905-1980), filsuf dan novelis Prancis, menolak hadiah Nobel untuk bidang sastra.
23 Oktober 1690
Pemberontakan pecah di Haarlem, Belanda, karena larangan merokok.
23 Oktober 1814
Operasi plastik pertama berlangsung di Inggris.
24 Oktober 1897
Komik pertama muncul di suplemen berwarna edisi Minggu dari The New York Journal.
24 Oktober 1980
Pemerintah Polandia melegalkan serikat buruh independen Solidaritas.
25 Oktober 1870
Untuk pertama kalinya kartu pos digunakan di Amerika Serikat.
25 Oktober 1940
Pasukan Jerman merebut Kharkov dan melancarkan misi baru menuju Moskow. Serangan ke ibu kota Uni Soviet itu baru bisa dilakukan persis setahun kemudian.
26 Oktober 1900
Setelah dikerjakan empat tahun, bagian pertama dari jaringan kereta bawah tanah di New York dibuka.
26 Oktober 1955 Ngo Dinh Diem memproklamasikan Vietnam sebagai republik dan menyatakan dirinya sebagai presiden.
|