Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 33/XXXII/13 - 19 Oktober 2003
   
Laporan Khusus

Bali, Sebuah 'Perusahaan' Milik Dunia

Sejak lahir, tubuh Bali bukan lagi milikIndonesia. Seluruh pasir pantai, kembang kemboja,tari Panji Semirang dan kepang, serta surfingdi pinggiran pantai, menjadi satu denganhirupan Bloody Mary dan sumpah serapah turis asing yang mabuk. Bali milik dunia.

Jika gemerincing ekonomi Bali selama ini bertumpu hanya pada pariwisata—danpara sosiolog kemudian menggerutu karena merasa Bali dirusak—tak mengherankan jika bom12 Oktober 2002 itu kemudian mengguncang persendian ekonomi Bali. Turisme, yangmenjadi napas kehidupan Bali, anjlok 79 persen menjadi 31 ribu orang. Awal tahun ini,jumlah turis mulai meningkat lagi, bahkan sempatmendekati angka sebelum tragedi. Namun perang Irak dan SARS membuat kunjunganwisatawan meluncur lagi ke titik nadir.

Sepinya turis berdampak langsung pada penurunan pendapatan sektor perhotelan maupun industri pendukung pariwisata, yang terdiri dari perusahaan kecil dan menengah. Akibatnya, pemutusan hubungan kerja di Bali meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan sebelum ledakan bom. Dunia, sebagai "pemilik saham" Bali, tak ingin menyerah pada bom. Pada teror. Kini, perlahan mereka meniupkan napas kehidupan pada pasir yang sudah lama hanya bersapa dengan ombak. Arus masuk wisatawan sudah mulai naik lagi, meski perekonomian Bali belum lagi menggeliat. Adakah alternatif lain di Bali sesudah hidup dari pariwisata?


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data