Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 33/XXXII/13 - 19 Oktober 2003
   
Album

Djoenadi Joesoef

Pendiri dan Presiden Direktur PT Konimex, Djoenadi Joesoef, boleh bangga. Kamis malam pekan lalu, di Hotel Mulia, Jakarta, dia dinobatkan sebagai Pengusaha Indonesia Terbaik Tahun 2003. Penghargaan diberikan oleh Ernst & Young, perusahaan jasa layanan profesional terkemuka di dunia.

Dalam anugerah tahunan Entrepreneur of the Year (EOY), ini sudah ketiga kalinya, terpilih enam pengusaha Indonesia berprestasi. Mereka adalah Djoko Susanto (PT Alfa Retailindo) sebagai Pengusaha Jasa Terbaik, Harijanto (Dimension Footwear Group) sebagai Pengusaha Industri dan Manufaktur Terbaik, Harto Khusumo (PT Pelayaran Tempuran Mas Tbk.) sebagai Pengusaha Paling Bersemangat, Gusti Terkelin Soerbakti (PT Eka Sari Lorena) sebagai Pengusaha dengan Pengabdian Sepanjang Hidup, serta Jaya Sukamto (PT Berri Indosari) sebagai Pengusaha Muda Terbaik Tahun 2003. Puncaknya, gelar Pengusaha Terbaik Tahun 2003 jatuh pada Djoenadi Joesoef.

Rencananya, pada Mei tahun depan, Djoenadi akan bergabung dengan pengusaha terbaik dari 30 negara di seluruh dunia. Mereka akan bersaing menjadi yang terbaik dalam acara tahunan pemilihan World Entrepreneur of the Year di Monte Carlo.

Djoenadi mendirikan PT Ko-nimex Karya Utama pada 1967. Konimex merupakan perusahaan yang pertama kali memasarkan obat dalam kemasan kecil (terdiri atas empat pil), yang kemudian ditiru oleh perusahaan lain. Saat ini, sayap Konimex telah melebar sampai ke Singapura, Taiwan, Malaysia, Hong Kong, dan Filipina. Jumlah karyawannya pun membengkak, dari hanya 70 orang menjadi 1.600 karyawan.

Djoenadi mengaku penghargaan yang diperolehnya sama sekali tak terduga. Dia yakin gelar World Entrepreneur of the Year bakal dapat diraih. "Kuncinya adalah 3-mu, yaitu mutu, mudah, dan murah," katanya.



"Cover both side adalah 'penampilan yang baik sesuai kenyataan'. Cover itu sampul, sampul itu sampul depan, kalau both artinya kedua-duanya."

—Ali Muchtar Ngabali, yang mengaku ahli komunikasi dan peneliti dari Universitas Indonesia dan ditunjuk sebagai saksi ahli oleh Tomy Winata dalam persidangan TEMPO versus Tommy Winata, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa pekan lalu.

"Kalau sebelum perang sudah gentar, lebih baik sang panglima mundur saja."

—Sutjipto, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, kepada wartawan di Semarang, Rabu pekan lalu, tentang ramainya upaya untuk menghadang Megawati Soekarnoputri, ketua umum partai itu, pada pemilihan presiden tahun depan.



TEMPO DOELOE

13 Oktober 1860

Foto udara pertama Amerika Serikat diambil dari sebuah balon di atas Boston.

14 Oktober 1651

Sebuah undang-undang yang melarang kaum miskin mengadopsi gaya berdandan yang berlebihan diberlakukan di Massachusetts.

14 Oktober 1911

Revolusi Cina dimulai dengan ledakan sebuah bom dan ditemukannya markas pusat revolusioner di Hankow. Gerakan revolusioner menyebar cepat di barat dan selatan Cina, yang memaksa kaisar terakhir wangsa Ch'ing, Henry PuYi, kehilangan takhta.

15 Oktober 1878

Thomas A. Edison mendirikan Edison Electric Light Co.

15 Oktober 1941

Deportasi massal pertama Yahudi Jerman ke Eropa Timur.

13 Oktober 1953

Samuel Bagno mempatenkan sebuah alarm antipencurian yang menggunakan gelombang radio.

16 Oktober 1923

Disney Company didirikan.

17 Oktober 1707

Komponis Jerman, Johann S. Bach, menikahi sepupunya, Maria Bach.

17 Oktober 1931

Pengadilan menyatakan pemimpin mafia Al Capone bersalah karena menggelapkan pajak, dan menjatuhkan hukuman 11 tahun penjara.

18 Oktober 1867

Amerika Serikat resmi mengambil alih kepemilikan Alaska dari Rusia.

16 Oktober 1901

Presiden Theodore Roosevelt memicu kontroversi karena mengundang pemimpin masyarakat kulit hitam, Booker T. Washington, ke Gedung Putih.

18 Oktober 1944

Pasukan Soviet menyerbu Cekoslowakia pada Perang Dunia II.

19 Oktober 1872

Bungkahan emas terbesar di dunia—beratnya 215 kilogram—ditemukan di New South Wales, Australia.

19 Oktober 1950
Pasukan PBB masuk ke ibu kota Korea Utara, Pyongyang.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data