Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 29/XXXII/15 - 21 September 2003
   
Daftar berita Layar
Bukan Pungguk Rindukan Bulan
 
Mimpi-mimpi Pelipur Lara
Jika Anda melihat seorang budak bermimpi tentang kebebasan, bangunkanlah. Suruh ia memandang kenyataan, berjuang mewujudkan mimpinya. Khalil Gibran, si empunya kalimat itu, penyair asal Lebanon itu, memang idealis. Mimpi--di mata Gibran--tak pantas menggantikan realita. Tapi di Amerika Latin, jika kenyataan menyakitkan, telenovela obat penawarnya. Kisahnya seperti Cinderella, happy end. Ikuti liputan wartawan TEMPO ke salah satu stasiun telenovela di Bogota, Kolombia, dapur produksi telenovela ngetop: Betty La Fea
Murah Ongkosnya, Besar Untungnya
Telenovela menjadi urat nadi industri hiburan di kawasan Amerika Latin. Di Kuba, bahkan Presiden Kuba Fidel Castro ikut menyuburkannya.  
Menjadi Ratu Cantik, Sebuah Mimpi Massal
 
Tempenovela
 

 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data