Gunung Krakatau meletus pada pertengahan 1883 dan ledakannya terasa hingga 120 tahun kemudian. Adalah Simon Winchester, geolog dan bekas wartawan
The Guardian, Inggris, yang menghadirkan kembali tragedi itu dalam buku
Krakatoa: The Day the World Exploded, 27th August 1883.
Tak hanya menyajikan fakta-fakta ilmiah, Winchester mencatat setiap detail peristiwa menjelang dan setelah ledakan itu. Ia mengurai kesan warga Batavia terhadap letusan Krakatau dan melihat hubungan antara Krakatau dan radikalisme Islam. Juga sejarah dan dunia sastra: sejarah bumbu-bumbu, sejarah tanaman, sejarah orang-orang asing di Indonesia. Dan karena sejarah tidak pernah berdiri sendiri, sebuah ulasan mengenai lada meruah ke kisah penjajahan Belanda oleh Spanyol. Sepasang paragraf mengenai burung-burung tropis segera membentang ke teori evolusi.
Akhir Juli lalu, Winchester datang ke Jakarta untuk meluncurkan bukunya. Lalu orang-orang pun tahu, Krakatoa bukan hanya sebuah karya ilmiah: ia fiksi, fakta, juga pengembaraan bahasa yang tak ada habis-habisnya.