Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 28/XXXII/08 - 14 September 2003
   
Indikator

Ladang Baru untuk Pungutan Liar

Apakah wajib kir untuk mobil pribadi akan menjadi lahan pungutan liar baru?
(29 Agustus - 5 September 2003)
Ya
92.6%928
Tidak
5.9%59
Tidak tahu
1.5%15
Total100%1.002


Hampir segala urusan yang berhubungan dengan birokrasi selalu bertemu dengan pungutan liar. Pengurusan kartu tanda penduduk atau surat izinmengemudi adalah contohnya. Ini sudah menjadi rahasia umum. Tak mengherankanjika niat Departemen Perhubungan untuk memberlakukan uji kir bagi kendaraanpribadi roda dua dan empat mendapat reaksi keras dari masyarakat.

Responden yang mengikuti jajak pendapat TempoInteraktif sepanjang pekan lalu menilai peraturan itu akan menjadilahan baru bagi pungutan liar. Apalagi itulah yang sering terjadi pada pelaksanaan uji kiryang selama ini diberlakukan untuk kendaraan umum. Uang yang harus dikeluarkanmasyarakat selalu lebih dari biaya resmi. Celakanya lagi, banyak juga kendaraanyang sebenarnya tak layak juga tetap bisa melenggang di jalan raya.





Indikator Pekan Ini:
Pemerintah Provinsi Riau menganggarkan pembelian kapal perang KAL 35untuk membantu TNI Angkatan Laut mengamankan laut di daerah itu. PanglimaArmada RI Kawasan Barat Laksamana Muda Mualimin Santoso menyambut gembira ideitu. Ini angin segar bagi TNI Angkatan Laut, yang sampai saat ini memiliki armadaterbatas untuk melakukan operasi. Menurut dia, sejumlah pemerintah provinsi lainakan mengikuti, yaitu Bangka dan Belitung, DKI Jakarta, dan Papua.

Namun ide itu menjadi kontroversi. Direktur Jenderal Strategi PertahananDepartemen Pertahanan, Mayjen Sudradjat, malah meminta rencana pengadaan kapalperang seharga Rp 12,8 miliar itu ditinjau ulang. Rencana itu juga dinilai tidaktepat dan melabrak aturan. Undang-Undang No. 3 Tahun 2002 menyebutkan anggaranpertahanan negara dibiayai APBN.

Jajak pendapat ini tidak bersifat ilmiah dan hanya mencerminkan opini parapemakai Internet yang berpartisipasi dalam jajak ini.

Bagaimana menurut Anda? Kemukakan pendapat Anda melalui www.tempointeraktif.com.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data