Sebelum Mesin Rolet Berputar Suku Ojibwe Sault Ste. Marie punya sejarah panjang. Sebelum rumah judi dibuka, sebagian besar cerita adalah kisah kemelaratan. |
Roma tidak dibangun dalam satu hari. Begitu pula dengan komunitas Ojibwe-Anishinaabe Sault Sainte Marie (Soo) di Michigan, Amerika Serikat. Sejarah panjang terbentang sebelum mereka memiliki hotel megah, kasino, serta aneka fasilitas sosial lain seperti sekarang ini.
Berbeda dengan cerita klasik penyeberangan leluhur Indian dari Asia ke Amerika Utara melalui Laut Bering yang membeku di zaman es, suku Ojibwe-Anishinaabe meyakini mereka berasal dari tlatah yang sekarang bernama Amerika Latin. Perjalanan Lenni Lanape, nenek moyang suku Anishinaabe, dipercaya sudah dimulai pada abad ke-15 SM. Tidak semua leluhur meneruskan perjalanan ke kawasan Semenanjung Atas Michigan dan Kanada. Banyak yang tinggal di daerah lain yang kini menjadi negara-negara bagian di Amerika Serikat.
Hal itulah yang menyebabkan suku Ojibwe memiliki ikatan sejarah dan banyak kesamaan bahasa dengan suku-suku Indian lain di Amerika seperti Algonquin, Blackfeet, Cheyenne, Arapaho, Miami, Micmac, Delaware, Shawnee, Potawatomi, Menominee, Sauk and Fox, Cree and Ottawa. Mereka yang tersebar di banyak tempat inilah yang disebut "keluarga" Algonquin. Sementara itu, menurut tradisi lisan Anishinaabe, suku Ojibwe, Potawatomi, dan Ottawa dulunya adalah satu suku bernama Tiga Api Anishinaabe.
Leluhur Anishinaabe sampai dan tinggal di pantai timur Atlantik, Maine, dan New England pada awal abad ke-10. Pada masa ini sudah muncul tujuh nubuat, salah satunya kedatangan ras kulit putih (chamukaman—orang kulit putih berpisau panjang). Seiring waktu, keturunan leluhur ini bergerak ke barat untuk mencari pangan berupa padi liar. Mulai abad ke-15, suku Ojibwe sudah banyak yang hidup di kawasan Danau Superior seperti yang menjadi tempat tinggal mereka saat ini.
Pada tahun 1662 para pedagang Prancis melakukan perjalanan dari Montreal ke arah barat untuk mencari kulit hewan. Mereka sampai di jeram Gitchi Gumi Sippe—atau Sungai Danau Besar—yang kemudian diberi nama Ste. Marie oleh penginjil Jesuit Prancis. Di jeram ini arus Danau Superior bertemu dengan arus Danau Huron. Pedagang Prancis menyebut orang Ojibwe yang tinggal di sini sebagai Saulteaux, atau "orang-orang jeram". Tempat itu sendiri disebut Baawitigong, "tempat arus deras", yang kemudian bernama Sault Ste. Marie. Baawitigong sudah lama menjadi tempat pertemuan kerabat dari daerah berbeda. Begitu orang kulit putih masuk, mereka langsung memanfaatkan tempat ini sebagai pusat perdagangan: barang dagangan Eropa ditukar dengan kulit binatang.
Kontak dengan pedagang Prancis ini membuat Soo semakin ramai saja. Hubungan ini tak berhenti sampai di sini saja. Orang kulit putih yang datang bukan cuma bangsa Prancis. Mereka mulai banyak mengambil istri wanita asli Ojibwe. Hal inilah yang menjelaskan mengapa sekarang nyaris semua anggota suku Ojibwe di Soo berdarah campuran.
Hubungan dagang yang marak pada periode 1650-1680 ini membuat cara hidup suku Ojibwe berubah. Orang Ojibwe mulai mengenal perkakas modern, senjata api, dan minuman keras. Mereka juga menghabiskan lebih banyak waktu dan energi untuk mencari kulit binatang. Akibatnya, kegiatan lain seperti pembuatan keramik, penyulaman selimut, dan penganyaman keranjang terabaikan. Demi mendapatkan kulit binatang inilah perang antarsuku timbul berkali-kali. Perang ini juga sering disulut kelompok kulit putih. Ketika cengkeraman Prancis berakhir pada tahun 1763, pemerintah Kerajaan Inggris ganti mengambil alih perdagangan kulit binatang.
Pada 1830, Inggris digantikan pemerintah baru Amerika Serikat. Suku Ojibwe di Soo menyerahkan 16 mil persegi tanah di sepanjang Sungai Ste. Marie untuk pendirian benteng Fort Brady. Pada tahun 1836, traktat kedua ditandatangani dan suku Ojibwe kehilangan lagi tanah mereka dalam jumlah besar di bagian utara Michigan Bawah dan bagian timur Semenanjung Atas Michigan. Sebagai imbalannya, suku Ojibwe mendapatkan uang tunai dan pemilikan tanah baru seluas 250 ribu ekar. Namun, traktat ini banyak dilanggar pemukim kulit putih yang menyerobot tanah Indian. Maka, pada 1855, para kepala suku meneken kesepakatan baru dengan Amerika yang menegaskan bahwa tanah yang sudah diberikan itu hanya boleh dipakai Indian Michigan.
Suku Ojibwe yang tinggal di Sugar Island (sebelah timur Kota Soo), di Danau George, lambat-laun menyadari bahwa traktat yang membuat mereka harus menyerahkan tanah kepada pemerintah federal sebetulnya tidak menghilangkan hak mereka untuk berdaulat membentuk pemerintah sendiri. Traktat itu juga tak membunuh hak mereka berburu dan menangkap ikan di tanah dan perairan yang mereka serahkan.
Akar dari pemerintahan modern suku Ojibwe di Soo dimulai pada tahun 1940-an. Orang-orang yang tinggal di Sugar Island berkumpul dan berbincang tentang sejarah mereka. Diskusi yang semula hanya berlangsung di dapur sembari minum kopi itu secara bertahap membesar dan kian resmi. Pada tahun 1953, para pemukim ini diberi nama "Original Bands of Chippewa Indian and Their Heirs". Dan karena mereka dianggap tak punya tanah sendiri, mereka dimasukkan sebagai anggota Komunitas Indian Bay Mills.
Suku Ojibwe di Soo merasa mereka bukanlah bagian dari Komunitas Bay Mills, 30 mil selatan Sugar Island. Pemerintah suku Bay Mills tak pernah memberikan pelayanan kepada Soo dan Sugar Island. Kepentingan mereka juga tak pernah terwakili dalam pertemuan dewan suku.
Kondisi ini membuat kelompok Sugar Island ingin mendapatkan pengakuan sebagai suku yang terpisah. Langkah ini juga didorong oleh kemiskinan yang seperti tak bosan membungkus hidup mereka. Banyak orang Sugar Island yang tak punya pekerjaan dan tinggal di rumah yang tak layak.
Pengakuan pemerintah federal diharapkan akan membuat suku Ojibwe mendapat hak memperoleh bantuan layanan dasar. Namun pengakuan ini tak mudah didapatkan. Warga Soo tak punya uang, dukungan politik, dan sedikit saja informasi yang bisa menguatkan klaim mereka.
Untungnya, pada periode 1950-an ini pemerintah federal telah mengubah kebijakan mereka yang selama ini meminggirkan kaum Indian dengan pengesahkan Indian Reorganization Act. Undang-undang ini mendorong suku-suku menata ulang ekonomi tradisional dan komunitas mereka sebagai jalan menuju negara tepisah yang berdaulat di bawah panji Amerika Serikat. Prakteknya, peraturan baru ini memberi peluang klaim baru tanah Indian, pemilihan pemerintahan suku yang bisa dipercaya untuk mengurus suku yang bersangkutan, dan penegasan hak kaum Indian untuk berburu dan mencari ikan.
Meskipun begitu, warga Soo mesti menempuh jalan kelok mendaki. Mereka mulai mencari arsip, mengumpulkan data sejarah, sensus, catatan gereja dan juga militer.
Pada tahun 1960-an, terdapat enam kelompok "pencari sejarah" Ojibwe. Mereka adalah suku Indian Sugar Island, Sault Ste. Marie, Drummond Island, Garden River, Grand Island, dan Point Iroquis. Sekitar 10 tahun kemudian usaha mereka membuahkan hasil. Para pemimpin kelompok ini datang ke Washington, DC, dan menyerahkan temuan sejarah yang memberi argumen hukum tentang keberadaan suku mereka. Pada 1972, Departemen Dalam Negeri akhirnya memberikan status federal kepada suku Ojibwe Soo. Nama Original Bands akhirnya berganti dengan Sault Ste. Marie of Chippewa Indians. Suku ini mendapatkan tanah pada tahun 1974, dan konstitusi disusun pada tahun 1975.
Di masa awal pemerintahannya, negara baru ini hanya punya sepuluh pegawai. Status suku terpisah ini pun ternyata bukan mantra instan untuk mendatangkan kemakmuran. Tanah yang mereka dapatkan dari pemerintah federal kebanyakan adalah tanah rawa yang tak bisa diolah. Sementara itu, dana yang dikucurkan pemerintah negara bagian dan federal juga tak sebanding dengan kebutuhan anggota suku. Begitu miskinnya warga Ojibwe di Soo saat itu sehingga banyak rumah yang hanya mengandalkan kayu bakar dan batu bara sebagai pemanas ruangan. Padahal, saat musim dingin, suhu bisa jatuh sampai minus 20 derajat Celsius.
Banyak pelajar yang drop out dari sekolah karena tak punya biaya.
Para pemimpin saat itu sadar jalan kemakmuran adalah menumbuhkan ekonomi. Namun, bagaimana caranya? Pada saat itulah Bernard Bouschor—seorang Indian muda—kembali dari perguruan tinggi dan direkrut dewan suku menempati posisi manajer. Langkah pertamanya pada pertengahan tahun 1970-an itu adalah menyatukan bagian akuntansi dan manajemen dan membina kontak aktif dengan pemerintahan federal. Hal ini ia lakukan untuk melancarkan program perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Pada awal tahun 1980-an, Bouschor ikut berperan mendirikan bisnis pertama yang dimiliki suku, sebuah toko serba ada di Sault Ste. Marie. Langkah Bouschor ini praktis tak berbuah banyak untuk menendang kemelaratan.
Mantra ampuh baru didapat pada tahun 1985: kasino Indian. Setelah itu, sejarah berubah.
|