Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 27/XXXII/01 - 7 September 2003
   
Peristiwa

Gubernur Bali Dilantik

MESKI disergap isu suap, duet Gubernur danWakil Gubernur Bali 2003-2008, I Dewa MadeBeratha-I.G.N. Kesuma Kelakan, tetap dilantik Menteri HariSabarno, Kamis pekan lalu. Sekitar 200 undangan yang hadirdihadang metal detector, namun acara berjalan mulus.Pasangan I Wayan Nuastha-Pande Gde Soebrata puntersingkir, setidaknya untuk sementara.

Spanduk pro-kontra massa pendukung keduanyamewarnai pelantikan. Mereka menggelarnya di pintu masukGedung DPRD.

Pada waktu bersamaan, Pengadilan Tata UsahaNegara (PTUN) Denpasar menggelar sidang gugatanWayan terhadap keabsahan pasangan pesaingnya. Dia danPande melaporkan pembagian uang suap melalui travellercheck Rp 150 juta dari DPP PDIP oleh Pramono Anung Wibowo sebelum pemilihan, 6 Agustus lalu. Menurut mereka,tujuannya untuk memenangkan duet Beratha-Kesuma. TapiPramono, sang Wakil Sekjen DPP PDIP itu, membantahnya.

Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) juga telahmenyampaikan somasi, dan mengancam menggugat Menteri Dalam Negeri bilapelantikan dilakukan tanpa menunggu keputusanPTUN. Namun Menteri Hari Sabarno menegaskan, pelantikandilakukan karena Presiden Megawati telah menetapkanpasangan itu memimpin Bali. Jika tidak, ia bisa digugatoleh berbagai pihak. "Saya pembantu Presiden. Presidenbikin keppres, saya yang melaksanakan," katanyakepada TEMPO.

Kepolisian Daerah Bali, Irjen Made Mangku Pastika,menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan indikasisuap dalam pemilihan Gubernur Bali, sehingga akanmenghentikan penyelidikannya. Pemberian uang oleh partaikepada kadernya bisa dianggap wajar.

Abu Jibril Dideportasi

ABU Jibril alias M. Iqbal Abdul Rahman aliasFihiruddin Muqti, tersangka anggota Jamaah Islamiyah, akandideportasi dari Malaysia ke Indonesia. Begitu menurutkantor berita AFP, yang mengutip Latifah Koya, pengacaraIqbal. Penahanan Iqbal sejak akhir Juni 2001berdasarkan ISA (UU Keamanan Internal Dalam Negeri) itu sempatdiprotes Cyntia Gabriel dari Voice of the MalaysianPeople, organisasi hak asasi manusia setempat. Istri Iqbal,Fatimah Zahra Abdul Aziz, pun bersaksi bahwa suaminyatidak terkait dengan JI.

Kecuali masuk daftar hitam (membahayakankeamanan negara), setiap orang yang menjalani masa hukumandengan baik di penjara Kemunting, Malaysia, biasanyadapat langsung bebas. Juga tidak harus kehilangan hakmenetap di negeri itu. Toh, meski telah dinyatakan takbersalah, Iqbal terancam kehilangan haknya itu.

"Saya tidak mengerti mengapa. Ini cukuptidak adillah," kata Latifa kepada Tempo NewsRoom. Sejauh ini rencana deportasi itu sendiri tak kunjung pasti. Meskimasa tahanan maksimum telah habis, 21 Agustus lalu,pihak imigrasi Kuala Lumpur belum juga melepas Iqbal.Latifa pun berniat mengajukan soal itu ke mahkamahtinggi. "Kami akan anggap penahanan itu tidak sah," katanya.

Papua-Maluku Protes KPU

GESEKAN dalam soal pemekaran wilayah Papua merembet ke KomisiPemilihan Umum (KPU). Penetapan 10 kursi DPR bagi Papuaoleh lembaga itu menuai banyak protes, karena Irian JayaBarat diberi jatah tiga kursi. John Polly, seorang pengunjukrasa, menyebut KPU berkonspirasi dengan pemerintah.Karena itu dia mendesak KPU meninjau keputusan tersebut.

Mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu pun mempertanyakan jatah kursiuntuk Irian Jaya Barat. Sebab, nyatanya provinsi itumasih diperdebatkan. Tapi Wakil Ketua KPU, RamlanSurbakti, menyatakan pada 5 Agustus lalu, Menteri DalamNegeri Hari Sabarno memastikan pembentukan provinsitersebut. "Kalau harus mengubah lagi soal ini, penetapankursi DPRD provinsi dan kabupaten/kota akanterhambat. Satu tertunda, semuanya tertunda," kata Menteri.

Eksponen masyarakat Maluku pun memproteskeputusan KPU yang hanya mengalokasikan tiga kursi bagiProvinsi Maluku. Mereka menuntut alokasi kursi sama denganPemilu 1999, enam kursi.

Ribuan PNS Bermasalah

DARI pendataan ulang terhadap pegawai negerisipil (PUPNS), sejak Juli silam, Badan KepegawaianNasional (BKN) mendeteksi sekitar 250 ribu pegawai negeri"bermasalah". Mereka beridentitas ganda, bertahun-tahuntidak ngantor, misalnya. BKN tengah memeriksanyaulang, apakah kesalahan administrasi di instansi, padapegawai, atau justru berasal dari pihaknya. Tapi, jika sudahjelas ada pegawai yang bertahun-tahun mangkir? "Yasudah, dipecat!" kata Kepala BKN, Hardijanto,kepada TEMPO, Rabu pekan lalu.

Proses PUPNS ini, menurut Hardijanto, bertujuanmengefisienkan birokrasi dan membuat pegawai negerimenuju profesionalisme. Berbeda dengan sementarapenilaian bahwa birokrasi kita amat gemuk, Hardijanto justrumenganggapnya masih kurang. Karena rasio jumlah pegawainegeri dengan penduduk saat ini baru 1,92 persen, darirasio ideal 2,5 hingga 3,6 persen. Ia menuding distribusi yangtidak merata, profesionalisme dan kompetensi pegawaiyang rendah akibat pola rekrutmen yang kurang baiksebagai penyebabnya.

Apakah proses tersebut akan menimbulkan pemecatan massal? Ia menjawabtidak, karena ada peluang untuk relokasi ke instansi ataudaerah lain, dan pensiun dini. Yang profesional tidak perlugelisah, katanya, "Kecuali yang tidak kompeten."

Ingar-Bingar Kantata

PERHELATAN Kantata Takwa yang digelar di Lapangan Parkir Timur,Senayan, Jakarta, Sabtu malam lalu, berlangsunggegap-gempita. Tanpa dipungut biaya karcis, sekitar 100 ribupenonton membanjiri acara yang dibuka dengan kumandangazan dan tahlil ini. Histeria penonton tak terelakkan ketikaSetiawan Djodi, Iwan Fals, W.S. Rendra, Sawung Jabo,dan Jocky Suryoprayogo beriringan memasuki panggung.Mereka langsung mengguncang penonton dengan laguKantata. Lagu-lagu andalan mereka sepertiBento dan Bongkar juga dinyanyikan dengansentuhan dan pemaknaan baru.

Hanya, ketika baru sekitar tujuh lagu dinyanyikan(dari 19 lagu yang didendangkan), keributan sempat terjadi disisi kiri panggung. Sejumlah penonton berupayamendekati panggung mengguncang-guncang pagar.Sampai-sampai aparat polisi perlu melepaskan tembakanperingatan empat kali dan mengerahkan panser untuk menghalaupenonton yang brutal itu.

Bertajuk "Kesaksian 2003", pergelaran ini semacamreuni bagi kelompok Kantata, yang sudah lama tidakmanggung. Grup ini muncul pertama kali pada 1990 lewat albumKantata Takwa. Album lainnya yang menyusulkemudian adalah Kantata Samsara dan KantataRevolvere.

Hanya, dalam perhelatan yang berlangsung sekitartiga setengah jam kali ini, Kantata tidak menawarkanprotes sosial, tapi justu cinta. Dengan cinta, menurutSetiawan Djodi, diharapkan aksi kekerasan yang belakanganmerebak bisa diredam.

Mahathir Tolak Suaka

LAWATAN Presiden Megawati kali ini boleh dianggap berhasil. Dari mitra seniornya, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, dia mendapatjaminan bahwa negeri itu tak akan memberikan suaka politik kepada warga Aceh yangmenyeberang ke sana. Malah Mahathir mencap mereka imigran gelap, dan harusditahan. "Tak ada suaka politik bagi pelariandari Aceh. Mereka hanya imigran ilegal dan akan ditahan," kata Mahathir dalam jumpapers bersama Megawati di Hotel Hilton Kuching, Sarawak, Malaysia, Kamis pekan lalu.

Dua kepala negara itu melakukan perundingan rutin tahunan. Isi pembicaraan,antara lain, perihal kerja sama keamanan dan intelijen, khususnya konsep keamananbersama melawan terorisme, pengiriman tenaga kerja ilegal dari Indonesia, dangangguan asap akibat kebakaran hutan di Indonesia.

Mega lalu terbang ke Thailand. Kepada Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, ia meminta agar negara itu tetap membantu mencegah penyelundupan senjata ke Aceh dan mencegah anggota GAM masuk ke negeri sejiran itu. Ia dan suaminya, Taufiq Kiemas, juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Raja Bhumibol Adulyadej.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data