Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 27/XXXII/01 - 7 September 2003
   
Inovasi

Muda dalam Anggur Merah

Temuan Konrad Howitz dan kawan-kawan menambah panjang daftar resep awet muda. Mereka, yang tak lain adalah kelompok ilmuwan dari Harvard Medical School and Biomol, Amerika Serikat, baru-baru ini mempresentasikan hasil penelitiannya tentang molekul yang berfungsi memperlambat laju penuaan pada sel-sel tubuh.

Molekul bernama resveratrol itu bersemayam dalam secangkir anggur merah (red wine). Molekul yang termasuk dalam golongan polifenol itu juga terdapat dalam minyak zaitun dan kacang-kacangan. Dalam penelitiannya, Konrad menemukan bahwa resveratrol mampu menjaga kebugaran sel-sel di dalam tubuh 70 persen lebih lama.

Meski terbilang baru, penelitian Konrad ternyata telah terbukti pada bangsa Prancis. Negeri yang kualitas anggurnya terbaik di dunia itu membuktikan bahwa tingkat harapan hidup penduduknya, yang rata-rata gemar minum anggur, lebih lama dibanding bangsa lain.

Ada temuan lain. Menurut Konrad dan kawan-kawan, resveratrol mampu menghambat penyakit degeneratif pada sel-sel saraf, menekan pertumbuhan sel-sel kanker, dan mencegah bekunya pembuluh darah di arteri.


Layanan Dokter Nirkabel



Kemajuan teknologi melesat kian cepat. Baru-baru ini mahasiswa dari dua perguruan tinggi di Amerika Serikat, Penn State School of Information Science and Technology dan University Park, mempresentasikan temuan mereka dalam bidang teknologi telekomunikasi yang berguna dalam layanan kesehatan.

Anak-anak genius itu berhasil menelurkan sistem layanan nirkabel yang bisa digunakan oleh para dokter untuk berkonsultasi dengan pasiennya. Dibanding layanan berkabel, sistem itu menghemat waktu dan tetap menjaga kerahasiaan si pasien. Selain itu, memungkinkan tenaga medis membuat, mengubah, atau bahkan menghapus data pasien dari lokasi mana pun tanpa harus ke rumah sakit.

Biasanya data tentang pasien akan direkam oleh suster yang mendampingi dokter saat berkunjung ke bangsal pasien. Informasi itu selanjutnya akan dimasukkan dalam bank data dan dikirim ke komputer dokter. Proses ini jelas tidak efisien dan memakan waktu lama.

Lupakan cara manual. Dengan program DB2 Everyplace, salah satu produk database yang dikeluarkan oleh perusahaan komputer IBM, para siswa merancang sistem nirkabel yang terdiri atas IST 240 dan IST 495. Data pasien selanjutnya akan disimpan dalam bank data yang terhubung dengan komputer.

Untuk menjaga agar data pasien tetap tersimpan rapat, setiap pengakses harus mengetikkan kata kunci (password) dan namanya (user IDs). Langkah pengamanan lainnya, pengakses juga tak bisa sembarang melongok data mereka yang tak masuk dalam daftar pasiennya.


Serat Optik dari Spons



Laut menyediakan sumber daya alamnya yang berlimpah. Belum lama ini Joanna Aizenberg memimpin timnya yang terdiri atas ilmuwan terbaik di Bell Laboratories, New York, Amerika Serikat, untuk menggali hingga ke dasar samudra. Mereka menelisik manfaat lain dari spons laut.

Dalam laporan yang diterbitkan oleh The Journal Nature, Joanna dan kawan-kawan berhasil mengungkapkan bahwa spons laut bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar serat optik (optic fibre). Serat optik biasa digunakan dalam industri telekomunikasi dan komputer, yang salah satu kegunaannya untuk mengantarkan sinyal telepon dan komputer dalam bentuk cahaya dari berbagai belahan dunia.

Tak sembarang spons bisa digunakan. Menurut Joanna, material terbaik ditemukan dari spons berjenis Euplectella, yang terletak berpuluh meter di dasar laut. Dibanding bahan dasar yang biasa digunakan dalam serat optik, kualitas spons ternyata berada jauh di atas rata-rata. "Kami bahkan bisa membuat ikatan serat spons yang sangat kuat, tanpa memutuskannya," ucap Joanna mendeskripsikan kehebatan spons.

Selain lebih kuat, spons juga mampu mengantar cahaya lebih baik. Dalam proses pengerjaannya, spons laut juga tak membutuhkan temperatur tinggi seperti bahan dasar yang lain. Hal lain yang tak kalah penting, biayanya jauh lebih murah.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
29/XXXVII/08 - 14 September 2008

 

Berita lainnya

Victoria Beckham Bantah Bisnisnya Gagal - 08 Sep 2008 | 10:17 WIB
Resep Jitu Inggris Mengalahkan Kroasia - 08 Sep 2008 | 10:13 WIB
Telkom Kalimantan Targetkan Sejuta Pelanggan - 08 Sep 2008 | 10:11 WIB
Formalin dan Rhodamin Ditemukan di Balikpapan - 08 Sep 2008 | 10:09 WIB
Oprah Winfrey Tolak Wawancara Palin - 08 Sep 2008 | 09:57 WIB
Motor Tabrak Mobil, Satu Cedera - 08 Sep 2008 | 09:57 WIB
Komisi Pemilihan Palembang Pleno - 08 Sep 2008 | 09:48 WIB
Motivasi Inggris Melawan Kroasia Bukan Balas Dendam - 08 Sep 2008 | 09:45 WIB
Eva Mendes Ogah Jadi Ibu - 08 Sep 2008 | 09:44 WIB
Indeks Asia Naik Setelah Pengambilalihan Freddie dan Fannie - 08 Sep 2008 | 09:44 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data