Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 27/XXXII/01 - 7 September 2003
   
Etalase

Ada 'Penguin' di Ponsel Motorola

Motorola Inc., produsen telepon selular (ponsel) yang berbasis di Schaumburg, Illinois, Amerika Serikat, meluncurkan handset seri A760 yang memakai sistem operasi Linux di Taiwan. Peluncuran ini menandai cerahnya ma sa depan sistem operasi berkode sumber terbuka itu untuk peralatan-peralatan yang gampang dibawa.

A760 merupakan ponsel cerdas yang menggabungkanaplikasi pengelolaan informasi pribadi, pemutar video, pemutarmusik, dan perangkat untuk pesan instan. Untuksementara, handset ini tersedia hanya di kawasan Asia Pasifikdan Eropa.

Motorola berencana menjadikan Linux, yangberlogo penguin itu, sebagai sistem operasi untuksemua ponsel produksinya. Dalam pasar ponsel cerdas, Linuxharus bersaing dengan Symbian—grup pembuat ponsel dariInggris—yang menguasai 46 persen pangsa pasar,Microsoft (27 persen), dan PalmSource (10 persen). MotorolaA760 memiliki layar berwarna, mempunyai fitur kamera digital, dandapat menjalankan program-program Java.


24 Hari yang Merontokkan Kepercayaan

Rebecca Smith dan John R. Emshwiller, dua reporter koran bisnis The Wall StreetJournal, melakukan liputan investigasi terhadap salah satu kasuspaling kontroversial abad ini: bangkrutnya perusahaanenergi Enron Corp. Investigasi yang dilaporkan dalam koranitu dijadikan buku berjudul 24 Days: How Two WallStreet Journal Reporters Uncovered the Lies that DestroyedFaith in Corporate America.

Investigasi berawal dari penugasan bagi Emshwilleruntuk mewawancarai Jeffrey Skilling, PresidenDirektur Enron, tentang alasan pengunduran dirinya yangtiba-tiba setelah enam bulan menjabat. Menurut Enron,alasannya murni pribadi. Tapi upaya mewawancarai Skillingdihambat, sehingga menguatkan dugaan bahwaSkilling mundur karena satu masalah. Riset Emshwillermenemukan lembaran neraca perkongsian yang menyembunyikankebangkrutan Enron dengan cara membengkakkankeuntungannya menjadi miliaran dolar.

Buku ini diterbitkan oleh HarperCollins dalamformat sampul tebal, dengan 320 halaman. Terangkum didalamnya rentetan proses investigasi yang tak terceritakan,yang memecahkan tembok batu Enron dan mengungkapapa yang dilakukan di dalamnya. Temuan yang adamengakibatkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaanbesar, Wall Street, dan firma akuntansi menjaditerguncang. Dalam 24 hari, perusahaan yang telahberkembang 16 tahun itu bangkrut dan nilai sahamnyarontok.

Terbaru dari Formasi Terakhir

Grup musik yang dijuluki sebagai salah satu dari TheHoly Trinity of Heavy Metal, Deep Purple, merayakan ulang tahunke-35 dengan merilis album studio terbaru,Bananas. Album ke-17 ini menjadi yang pertamabagi Don Airey, pemain keyboard terbaru pengganti Jon Lordyang mengundurkan diri sebelum konser Deep Purple diJakarta pada April 2002.

Sejak berdiri pada 1968 di Hertford, Inggris, DeepPurple kerap dilanda konflik di dalam. Karena itulah formasinyaberkali-kali bongkar-pasang. Mula-mula ada Ian Paice (drum),Ritchie Blackmore (gitar), Rod Evans (vokal), Nick Simper(bas), dan Jon Lord (keyboard). Kini hanya Paice yang masih tersisadari formasi awal. Yang lain, di samping Airey, adalah IanGillan (vokalis), Roger Glover (bas), dan Steve Morse (gitar).Semuanya sudah berusia di atas 50 tahun.

Sempat menyatakan bubar pada 1976, setelah konserperpisahan di Jepang, band ini hidup lagi pada 1984 atasprakarsa Glover. Mereka sudah menghasilkan enam albumstudio, Perfect Strangers (1984), The House of Blue Light(1987), Slaves and Masters (1990),The Battle Rages On (1992),Purpendicular (1996), dan Abandon (1998). AlbumBananas yang berlabel EMI International ini berisi 12track, diawali dengan House of Pain dandiakhiri dengan Contact Lost, sebuah instrumental yang menjadietalase kepiawaian Morse dengan gitarnya.



Jejak Maya

www.icbl.org/lm/

Kampanye Anti-Ranjau Darat

Pada September ini di Bangkok, Thailand, berlangsungpertemuan kelima negara-negara penanda tangan KonvensiPelarangan Ranjau Darat 1997 di Ottawa, Kanada. Salah satu lembagaswadaya masyarakat yang sangat peduli pada bahayapenggunaan ranjau darat adalah International Campaign to BanLandmines (ICBL). Berdiri pada 1998, LSM ini melihat Asia Pasifiksebagai kawasan terpenting untuk masalah ranjau darat karena lebihdari separuh negara di sana tidak melarang pemakaiannya dan adaselusin negara yang masih memakai dan memproduksinya.ICBL secara berkala menerbitkan laporan tahunan tentangpengawasan ranjau darat yang menjadi pelengkap laporanpengawasan yang dikeluarkan oleh tiap-tiap negara penanda tanganKonvensi Ottawa.

www.yamaha.co.id/ymi/

Belajar Musik Sejak Dini

Luas diyakini bahwa pengaruh musik terhadap kecerdasan anak tidak hanya pada kecerdasan berpikir, tapi juga kecerdasan emosi. Orang tua yang ingin mengarahkan anaknya bermain musik perlu memilih dengan cermat jenis musik yang berdampak positif dalam merangsang otak si anak. Menurut ahlinya, yang dapat dipergunakan untuk pendidikan dan menjadi alat mempertajam kecerdasan manusia adalah musik yang mempunyai keseimbangan melodi, ritme, dan warna nada (timbre). Yayasan Musik Indonesia adalah lembaga pendidikan musik yang terhitung sudah lama membuka bermacam kelas untuk anak-anak.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
26/XXXVII/18 - 24 Agustus 2008

 

Berita lainnya

Susyana Rebut Perunggu - 21 Ags 2008 | 22:43 WIB
Kontras Desak Semua Saksi Peradilan Muchdi Dihadirkan - 21 Ags 2008 | 21:43 WIB
Terlibat Pidana, 15 Polisi Terancam Dipecat - 21 Ags 2008 | 21:25 WIB
Kualitas Laporan Keuangan Daerah Makin Buruk - 21 Ags 2008 | 21:19 WIB
Rio Tinto Tunggu Persetujuan Pemda dan DPR - 21 Ags 2008 | 21:18 WIB
Partai Politik Segera Dapat Dana Bantuan Pemerintah - 21 Ags 2008 | 21:12 WIB
Polisi Cokok Dua Jaringan Narkoba Afrika - 21 Ags 2008 | 21:06 WIB
KPU Tak Punya Aturan Tentang Kepala Desa yang Jadi Calon Legislator - 21 Ags 2008 | 20:59 WIB
Berkas Ratusan Calon Legilator Tak Memenuhi Syarat - 21 Ags 2008 | 20:47 WIB
Partai Rangkul Perangkat Desa Menjadi Calon Legislator - 21 Ags 2008 | 20:43 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data