Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 25/XXXII/18 - 24 Agustus 2003
   
Daftar berita Laporan Khusus
Pejuang Kemerdekaan yang Berontak
 
Beureueh, Pemberontakan dengan Sebab Klasik
Daud Beureueh adalah potret kecil dari konflik Aceh yang berkepanjangan. Kisah ulama yang dikhianati, kisah perlawanan daerah terhadap kekuasaan pusat yang mengekang.  
Cumbok, Sepotong Sejarah Gelap
 
Gerilya dari Rumah Kulit
Mengagungkan zaman Iskandar Muda, Daud Beureueh menggelar pemberontakan di Aceh. Dia turun gunung dengan memendam kecewa. 
Diplomasi tanpa Todongan Bedil
Kolonel Mohammad Jasin berhasil meredam pemberontakan DI/TII Aceh. Strategi utamanya lewat propaganda dan merebut hati Teungku Muhammad Daud Beureueh.  
Perlawanan dalam Sejarah Nanggroe Aceh Darussalam
 
Batu Cadas dari Beureunen
Aceh melahirkan Daud Beureueh, seorang ulama besar, pemimpin dan "pemberontak" nomor wahid yang disegani kawan dan lawan. Dia menegakkan harkat negerinya melalui jalan perang, jalan damai, serta teladan hidup nyaris tak bercacat.  
Ayah dan Kakek yang Lurus Hati
 
Ikon Perlawanan Orang Aceh
 
Patahnya Setangkai Payung
Sukarno memuji Aceh sebagai daerah modal. Karena tak tepati janji, Daud Beureueh memilih Darul Islam.  
Dalam Sangkar Emas Republik
Diambil dari Aceh, Teungku Daud Beureueh diasingkan di Jakarta, dalam sebuah rumah megah yang menyerupai penjara.  
Gunung Emas yang Raib
 
Daud Beureueh, Negara Kolonial, dan 'Uleebalang'
 
Jejak Penaklukan, Jejak Perlawanan
 
Snouck Hurgronje, Mekah, dan Aceh
Di Mekah Snouck Hurgronje menyaksikan spirit perlawanan jemaah haji asal Aceh. Datang ke Hindia-Belanda, ia memberikan nasehat untuk pemerintah kolonial. 
Tentang Keris Ketemu Tutup
 
Ziarah ke Tengah Leiden
 
Riwayat Orang Asing di Tanah Rencong
 
Gagalnya Sang Orientalis
Dua dari empat perang Aceh gagal total. Salah peta, bedil baru, kapal bobrok. Rumusan Snouck tak sepenuhnya bisa menaklukkan Aceh.  
Dari Lada ke Kalam Allah
 
Aceh: Islam dan Nasionalisme
 
Peringatan Van der Eng
Perang berlarut-larut merugikan ekonomi Indonesia. Kemunduran ekonomi Aceh sendiri sungguh menyedihkan. 
Aceh Dulu, Aceh Sekarang: Sejarah Berkepul Asap, Berlumur Darah
 
Gerakan Separatis Belum Usai
PADA usia 58 tahun, Indonesia masih menghadapi gerakan separatis. Sebagian merupakan sisa-sisa pemberontakan sebelumnya.  
Tembaklah Hati, Jangan Tubuhnya
Rakyat yang tak berdosa selalu menjadi korban jika resep Snouck Hurgronje dipakai terus. Adakah solusi manjur untuk meredakan konflik?  
Tragedi Aceh dan Indonesia
 

 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
29/XXXVII/08 - 14 September 2008

 

Berita lainnya

10,16 Juta Penduduk Indonesia Masih Buta Aksara - 08 Sep 2008 | 18:11 WIB
Netbook Baru Lenovo Dipasarkan Akhir September - 08 Sep 2008 | 17:50 WIB
Arema Takut Berhadapan dengan Persiba - 08 Sep 2008 | 17:35 WIB
Dinas Perhubungan Jawa Barat Siapkan Jalur Alternatif - 08 Sep 2008 | 17:32 WIB
Tambahan 30 Kereta Api Ekonomi untuk Pemudik - 08 Sep 2008 | 17:17 WIB
Nelayan Aceh Timur Protes Trawl Belawan - 08 Sep 2008 | 17:12 WIB
Pengusaha India Tak Tertarik Beli Newcastle - 08 Sep 2008 | 17:04 WIB
Akibat Harga Turun, OPEC Beralasan Turunkan Produksi - 08 Sep 2008 | 16:52 WIB
Jalur Mudik Purworejo-Kulonprogo Ada Jembatan Rusak - 08 Sep 2008 | 16:51 WIB
PLN Pastikan Bayar Utang ke Pertamina - 08 Sep 2008 | 16:47 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data