Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 25/XXXII/18 - 24 Agustus 2003
   
Indikator

Pengakuan JI yang Kurang Meyakinkan

Apakah Anda percaya Jamaah Islamiyah pelaku pengeboman Hotel Marriott?
(08 - 15 Agustus 2003)
Ya
48%1.361
Tidak
46.1%1.308
Tidak tahu
5.9%167
Total100%2.836


Masyarakat ternyata tak serta-merta menelan tudingan yang seketika melayang bahwa pelaku pengeboman di Hotel JW Marriott adalah kelompok yang selama ini disebut bernama Jamaah Islamiyah. ”Pengakuan” seorang sumber The Straits Times, koran yang terbit di Singapura, seolah menguatkan itu. Tapi masyarakat tampaknya masih harus berusaha keras mencerna tudingan dan ”pengakuan” itu.

Paling tidak, begitulah hasil jajak pendapat Tempo Interaktif selama sepekan lalu. Memang, hampir setengah responden menyatakan percaya pada tudingan itu. Tapi tak kurang pula yang menolak mempercayainya. Kedua pendapat itu dianut oleh responden yang jumlahnya terpaut sangat sedikit.





Indikator Pekan Ini:
Segera setelah ledakan bom di Hotel JW Marriott, Menteri Pertahanan Matori Abdul Djalil mengusulkan agar, sebagaimana negara jiran Malaysia dan Singapura, Indonesia pun menerapkan aturan Internal Security Act (ISA). ”Agar pemerintah bisa melakukan preemptive strike,” kata Matori. Padahal, di negaranya sendiri, undang-undang keamanan itu banyak menuai kritik, tidak saja dari dalam negeri, tapi juga dari dunia internasional karena undang-undang itu dianggap tidak menaruh hormat pada hak asasi manusia.

Pendapat masyarakat pun riuh antara pro dan kontra. Mereka yang mendukung pandangan Matori kebanyakan adalah pejabat pemerintah. Terakhir, ide penerapan ISA surut. Namun, seiring dengan itu, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Susilo Bambang Yudhoyono mengisyaratkan bahwa pemerintah segera merevisi Undang-Undang Antiterorisme.

Percayakah Anda bahwa revisi Undang-Undang Antiterorisme tak lebih dari ISA yang ganti baju? Anda bisa menyampaikan pendapat lewat www.tempointeraktif.com dan katakan pendapat Anda.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data