Melompat ke Komputer 64 Bit Prosesor yang biasa untuk server kini dipakai pada komputer pribadi. Siapkah untuk melompat? |
Jika komputer pribadi dengan prosesor tercepat saat ini masih belum cukup cepat, Anda termasuk pelanggan yang dimaksud Doktor Hector de J. Ruiz. Menurut Presiden Direktur Advanced Micro Devices Inc. (AMD) itu, "Pelanggan menuntut kinerja prosesor lebih tinggi karena makin banyak aplikasi membutuhkan perhitungan 64 bit."
Perancang film animasi atau insinyur yang membuat produknya dengan bantuan peranti lunak computer-aided design (CAD) bisa disebut sebagai contoh. Bagi mereka, mesin yang mampu melakukan sejumlah instruksi dengan cepat dan membuka file berukuran besar adalah keharusan. Kalau tidak, bisa-bisa ide di kepala hilang sebelum komputer sempat
menampilkannya di layar.
Aplikasi rumit yang melibatkan data dan pengalamatan memori dalam jumlah besar seperti itu biasanya ditangani komputer server. Itulah sebabnya server mutakhir memakai prosesor berarsitektur 64 bit. Contohnya Itanium, yang diluncurkan Intel Corp. pada 2001.
Intel Itanium bukan prosesor 64 bit pertama. Sepuluh tahun sebelumnya, MIPS Technologies Inc., yang bermarkas di Mountain View,California, memperkenalkan R4000 64 bit RISC. Digital Equipment lalu menyusulnya dengan chip 21064 Alpha AXP 64 bit. Terakhir, pada April lalu AMD meluncurkan Opteron, yang memarakkan persaingan.
Tak berhenti di situ, AMD juga memperkenalkan arsitektur 64 bit ke kelas komputer pribadi dan komputer jinjing. Bahkan, pada Oktober mendatang, perusahaan pembuat chip yang berbasis di Sunnyvale, California, itu bakal meluncurkan prosesor Athlon 64 untuk komputer pribadi.
AMD mengikuti jejak Apple, yang meluncurkan PowerMac berprosesor G5 buatan IBM pada Juli lalu. PowerMac G5 diklaim sebagai komputer pribadi tercepat, mendukung delapan gigabyte SDRAM sehingga prosesor tetap sibuk tanpa perlu menyimpannya ke memori virtual (maya) di hard disk yang lebih lambat. Menurut Greg Joswiak, Manajer Pemasaran Produk Apple Computer Inc., "Menarik bit pertama dari memori 60 ribu kali lebih cepat ketimbang menariknya dari hard disk." Sementara itu, AMD Athlon 64 nantinya mendukung RAM hingga satu terabyte.
Prosesor adalah jantung komputer. Ia memproses instruksi dan mengendalikan semua komponen komputer lainnya. Kecepatan menyeluruh dan kemampuan perhitungan komputer sangat bergantung pada arsitektur prosesornya.
Kebanyakan komputer pribadi tercepat yang ada di pasar saat ini menggunakan prosesor berarsitektur 32 bit. Contohnya Intel Pentium 4, AMD Athlon XP, atau Motorola G4 untuk Apple PowerMac G4.
Melompat dari arsitektur 32 bit ke 64 bit bukan sekadar meningkatkan angka gigahertz prosesor, tapi juga pelipatgandaan kapasitas data yang dapat diproses oleh prosesor dalam setiap clock cycle—unit waktu terkecil yang dikenali komputer. Itulah mengapa Intel Itanium 733 megahertz lebih bertenaga ketimbang Intel Pentium 4 berkecepatan 2,2 gigahertz.
Kevin Krewell, editor senior Microprocessor Report, mengatakan kelebihan 64 bit memberikan ruang address—lokasi penempatan memori—yang lebih besar. Bandingkan, prosesor Intel dan AMD 32 bit mampu menampung hingga empat gigabyte memori. Sedangkan prosesor 64 bit mengalamatkan memori hingga 16 exabyte (16 miliar gigabyte).
Dengan kemampuan sebesar itu, tetap tak bisa berharap aplikasi Microsoft Word berjalan lebih cepat. Memang, prosesor 64 bit tak berdampak besar bagi pengguna komputer pribadi yang biasa-biasa saja. Yang paling merasakan keuntungan dengan hadirnya teknologi ini adalah pengguna yang suka menjalankan aplikasi pemindahan data audio, visual, atau video dari Internet, aplikasi pengenalan suara, serta permainan.
Industri permainan bakal menjadi pemakai pertama teknologi ini. "Kecepatan ekstra memungkinkan pembuat program permainan menambah detail yang luar biasa," ujar Tim Sweeney dari Epic Games, perusahan yang membuat permainan populer Unreal Tournament. "Anda akan melihat tekstur gambar yang lebih baik, suara lebih realistis, dan lingkungan lebih besar dan lebih nyata."
Aplikasi penayangan gambar bergerak juga akan lebih baik dengan prosesor 64 bit. Menurut Tom Huntington dari perusahaan DivX, peranti lunak DivX mampu memadatkan video berkualitas DVD hingga sepuluh kali dari standar MPEG2. Alhasil, lebih mudah mengirimkannya melalui Internet. "Jika diputar pada komputer 64 bit, terasa kecepatannya. Akan lebih banyak bingkai gambar yang diputar setiap detiknya," ujar Tom.
Namun, teknologi 64 bit tak dapat dinikmati dalam waktu dekat. Sebab, agar berjalan optimal, butuh sistem operasi 64 bit. Athlon 64, misalnya, akan bekerja seperti Athlon XP di bawah Windows XP tapi kemampuan 64 bit-nya tidak didukung.
Kabarnya, Microsoft sedang menyiapkan Windows XP versi 64 bit, tapi tak ada penjelasan kapan akan didistribusikan. Kalaupun sistem operasi itu telah siap, masih satu kendala lagi, yakni ketersediaan driver 64 bit untuk semua peranti keras pendukung, seperti printer, kartu video, dan modem.
Lagi pula, jika harga prosesor Athlon 64 itu nanti setinggi prosesor Opteron yang US$ 798 atau hampir Rp 7 juta, kemungkinan besar banyak pengguna yang belum siap melompat.
Dody Hidayat
|