Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 24/XXXII/11 - 17 Agustus 2003
   
Inovasi

Musik MP3 Masuk 'Hi-Fi'

Rumit juga kalau mau mendengarkan koleksi lagu MP3 yang ada di hard disk komputer dengan kualitas suara setara hi-fi stereo. Mula-mula orang harus "membakarnya" (mengkopi) ke cakram padat dan memutarnya di perangkat hi-fi stereo yang ada di ruang keluarga. Itu pun jumlah lagunya terbatas sesuai dengan kapasitas cakram padatnya, dan berisiko menurunkan mutu suara.

Dengan latar belakang itulah perusahaan Slim Devices di California, Amerika Serikat, menciptakan Slimp3, yang menjadi jembatan antara komputer dan peralatan hi-fi stereo. Dengan alat ini, pengguna dapat mendengarkan semua koleksi MP3 yang tersimpan di dalam hard disk komputer langsung dari peralatan hi-fi stereo. Jadi, tak perlu lagi memasang pengeras suara di komputer atau membeli sejumlah kepingan cakram padat.

Berbeda dengan alat pemutar MP3 yang ada, Slimp3 tak memiliki media penyimpanan. Alat ini terhubung dengan komputer melalui sebuah kabel jaringan, sedangkan ke peralatan hi-fi stereo memakai kabel audio standar. Menurut Patrick Cosson, Wakil Direktur Penjualan dan Pemasaran Slim Devices, alat ini cocok untuk orang berusia 20-30 tahun yang suka men-download-musik dari Internet.


Pembangkit Listrik Tenaga Darah

Bayangkan, sebuah lampu bohlam 100 watt dapat menyala tanpa perlu baterai atau sumber listrik. Lampu itu menyala hanya karena ditempelkan pada tubuh seseorang. Ini bukan sulap Deddy Corbuzier, melainkan riset yang tengah dikembangkan oleh ilmuwan Jepang dari Panasonic's Nanotechnology Research Laboratory, dekat Kyoto.

Menurut Doktor Kazuo Eda, kepala penelitian itu, gula atau glukosa dalam darah dapat menghasilkan listrik. Mereka meniru metabolisme tubuh dalam menghasilkan energi.

Untuk itulah mereka membuat pembangkit bio-nano atau robot-robot berukuran nanometer yang ditempatkan dalam darah untuk memakan glukosa. Ketika glukosa telah teroksidasi, elektron-elektron dapat dihasilkan. "Cara kerja pembangkit nano ini seperti metabolisme makanan," Eda menjelaskan. Tubuh manusia dapat memproses glukosa dan menghasilkan energi.

Eda percaya, pembangkit bio-nano merupakan langkah selanjutnya bagi para ilmuwan setelah pembangkit yang ditenagai hidrogen, gas alam, dan metanol.


Pasar Swalayan tanpa Kasir

Mungkin inilah pasar swalayan sejati. Soalnya, semua aktivitas belanja dilakukan sendiri oleh orang yang berbelanja. Misalnya memilih barang, meletakkannya ke dalam keranjang atau troli, bahkan menghitung harga belanjaan. Jadi, tak ada lagi kasir yang menunggu di ujung pintu keluar.

Sistem yang dinamakan Periksa Harga Mandiri ini pertama kali diujicobakan di sebuah pasar swalayan Sainsbury di Hazel Grove, Stockport, Greater Manchester, Inggris. Uji coba akan dilanjutkan pada enam cabang Sainsbury lainnya. Sebenarnya di Sainsbury Amerika sistem ini sudah diterapkan dan dapat memproses lebih dari satu miliar transaksi per tahunnya.

Mekanisme belanja ini biasa saja. Pembeli memilih dan memasukkan barang belanjaannya seperti biasa. Tapi, jika telah selesai, semua barang itu dibawa ke ruang periksa harga khusus yang dilengkapi layar sentuh. Mereka diminta menyorotkan label barcode ke alat pemindai dan meletakkan barang ke keranjang lainnya.

Barang-barang segar seperti sayuran dan buah mendapat perlakuan tambahan, yakni ditimbang dulu lalu diberi label ber-barcode baru. Jika semua barang telah diberi harga, pembeli dapat membayar dengan memasukkan sejumlah uang atau dengan kartu kredit.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
29/XXXVII/08 - 14 September 2008

 

Berita lainnya

Atlet dan Mantan Atlet Terima Penghargaan - 08 Sep 2008 | 10:56 WIB
Bukan Dalang Biasa - 08 Sep 2008 | 10:47 WIB
Brasil Cukur Chili - 08 Sep 2008 | 10:41 WIB
Importir Karet Thailand Beralih ke Indonesia - 08 Sep 2008 | 10:40 WIB
Mayoritas Guru di Malang Belum Bersertifikat - 08 Sep 2008 | 10:26 WIB
Partai Republiku Sudah Siapkan Calon Legislator - 08 Sep 2008 | 10:26 WIB
Heart Bersaudara Tuntut Sarah Palin - 08 Sep 2008 | 10:25 WIB
Di Luar Kata Sitok dan Acep - 08 Sep 2008 | 10:19 WIB
15 Menit di Istanbul - 08 Sep 2008 | 10:19 WIB
Soal Republiku, Komisi Pemilu Ajukan Kasasi ke MA - 08 Sep 2008 | 10:18 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data