Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 24/XXXII/11 - 17 Agustus 2003
   
Indikator

Hanya Saran, Bukan Penilaian



Apakah Anda setuju Sidang Tahunan MPR 2003 tanpa komisi yang menilai kinerja Presiden?
(1 - 8 Agustus 2003)
Ya
17.8%137
Tidak
78%599
Tidak tahu
4.2%32
Total100%768


Akhirnya Presiden Republik Indonesia memerintah tanpa kritik ataupun rekomendasi dari Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dalam sidang tahunan yang digelar pada 1-7 Agustus 2003—dipersingkat tiga hari dari rencana semula—MPR dan fraksi-fraksi dalam rapat konsultasi pekan lalu memutuskan tidak membentuk komisi rekomendasi. MPR tidak lagi memberikan penilaian terhadap jalannya pemerintahan dan pelaksanaan ketetapan MPR. Kritik hanya diizinkan melalui pandangan fraksi-fraksi pada saat sidang pleno. Akhirnya semua fraksi memang memberikan saran kepada Presiden sebagai pengemban ketetapan MPR. Tapi, seperti kata juru bicara Fraksi PKB, ini terasa hambar. ”Kenapa tidak dirumuskan sekalian saja Presiden melaksanakan segala perundang-undangan dengan baik?” kata Fuad Bawazier dari Fraksi Reformasi sembari menyindir.





Indikator Pekan Ini:

Indonesia kembali dilanda aksi terorisme yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Belum sembuh benar luka akibat pengeboman di Kuta, Bali, pada 12 Oktober 2002, pekan lalu Jakarta diguncang bom. Sebuah bom diledakkan di lobi Hotel Marriott di kawasan bisnis Mega Kuningan. Setidaknya sembilan orang tewas, sementara ratusan yang lain luka-luka. Orang asing pun ikut menjadi korban.

Kepada wartawan koran The Straits Times yang terbit di Singapura, Jamaah Islamiyah mengaku bertanggung jawab atas pengeboman itu. Tujuannya agar pemerintah Indonesia menghentikan usaha menumpas gerakan Jamaah Islamiyah yang terlibat dalam pengeboman di Bali. Kepolisian Indonesia memang menyatakan bom di Marriott itu mirip dengan bom di Bali. Apakah Anda percaya Jamaah Islamiyah terlibat dalam pengeboman di Marriott? Anda bisa menyampaikan pendapat lewat www.tempointeraktif.com dan katakan pendapat Anda.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data