Rotor Elektrik Terkecil di Dunia |
Para ilmuwan dari Universitas California, Amerika Serikat, kembali menorehkan prestasi yang luar biasa. Kali ini mereka berhasilmembuat rotor elektrik superkecil. Rotor yang 2.000kali lebih kecil ketimbang diameter sehelai rambutmanusia itu merupakan rotor elektrik terkecil yangpernah ada.
Alex Zettl, yang memimpin proyek prestisius itu,menyatakan akan segera mengaplikasikan karyanyauntuk pembuatan microchip. Rotor elektrik itu akanmenghasilkan tegangan yang menjadi energi penggerakmicrochip. Voltase sebesar 10-5 volt yang dihasilkan oleh rotorakan menjalankan pelbagai iterasi dalam microchip.
Untuk membuat rotor supermini itu, Zettl memanfaatkan bahan berupacampuran emas (Au) dan karbon (C). Hasilnya berupa rotor yang mampu membuatosilasi dengan efisiensi yang sangat tinggi. Dibandingkan dengan rotor elektriksebelumnya, karya ini memiliki ukuran yang 5.000kali lebih kecil.
Bisa dipastikan, penemuan ini akan berdampak positif pada kemampuan danukuran microchip di masa mendatang.
'Graphic Card' untuk Film Animasi
Nvidia, perusahaan hardware dan software komputer ternama, kembali membuat gebrakan.Pekan lalu, perusahaan yang bermarkas di San Diego,Amerika Serikat, ini meluncurkan graphiccard yang khusus untuk membuat gambar manusia. Teknologi yangmereka sebut sebagai Geforce ini akan memungkinkanpembuatan gambar manusia semakin sempurna.
Selama ini para pekerja seni animasi di Hollywoodkesulitan saat membuat pelbagai gambar manusia.Maklumlah, dari sisi teknis, pembuatan gambar manusia terbilangpaling sulit. Soal ekspresi wajah, misalnya, kerapmembuat para animator frustrasi. "Wajah manusia adalahbagian yang tersulit," ujar Andrew Humbar, pakargraphic card Nvidia.
Teknologi baru buatan Nvidia juga menjadijembatan untuk pembuatan "manusia virtual". Nvidiamerencanakan akan membuat seorang manusia virtual denganmemanfaatkan kemampuan Geforce. Manusia virtual itudapat dilengkapi dengan program komputer yangbersifat khusus.
Kelak, manusia-manusia virtual ini dapatmenggantikan pelbagai tugas yang bersifat tetap. Jangan heranbila kelak banyak manusia virtual yang menjalankan tugassekretaris—seperti menjawab telepon, membalase-mail, hingga mengatur jadwal rapat para juragan diperusahaan.
'Inhaler' Sehebat Jarum Suntik
Ini kabar baik buat penderita penyakit kencing manis (diabetes melitus). Badan pengawasmakanan dan obat-obatan Amerika Serikat, Food and DrugAdministration (FDA), pekan lalu memastikan insulindalam bentuk inhaler adalah produk yang aman.Lembaga itu bahkan memastikan insulininhaler sama efektifnya dengan insulin yangdisuntikkan. Sikap FDA dikeluarkan setelah melakukanuji laboratorium terhadap kinerja insulininhaler selama enam bulan. Bisa jadi, keputusanini akan mengakhiri keraguan para penderita kencingmanis yang mulai bosan dengan jarum suntik. "Tingkatpenyerapan insulin inhaler terbukti dapatdipertanggungjawabkan," ujar Thomas Benhard, Direktur Laboratorium FDA.
Selama ini, 50 juta pengidap kencing manis diseluruh dunia sangat bergantung pada pasokan insulin darijarum suntik. Umumnya, insulin disuntikkan lewatpembuluh vena di pangkal lengan. Hanya, teknik kuno inimembuat penderita merasakan sakit yang berkepanjangan.Banyak pasien yang kulit lengannya dipenuhi bekassuntikan.
Kini, pelbagai perusahaan farmasi beramai-ramai memproduksi insulin inhaler. Mereka mengubah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas itu menjadi padat. Agar dapat bekerja sempurna, insulin dicampur dengan senyawa dari keluarga etanol agar dapat menyublim lewat saluran pernapasan.
|