Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 22/XXXII/28 Juli - 03 Agustus 2003
   
Indikator

Heboh Penyelamatan Dirgantara


100%
Apakah Anda setuju pemerintah membantu keuangan PT Dirgantara Indonesia?
(18 - 25 Juli 2003)
Ya
46.7%504
Tidak
50.7%548
Tidak tahu
2.6%28
Total1.080


PEMERINTAH memutuskan mengambil alih utang PT Dirgantara Indonesia. Keputusan ini lantas mengundang polemik. Bagi mereka yang sejak awal menentang proyek ”lompatan teknologi jauh ke depan” itu, jelas keputusan ini seperti terus memasang selang oksigen ke pasien sekarat. Karena itu, mereka menolak kebijakan ini—setengah lebih pengakses Tempo Interaktif sepanjang pekan lalu berpendapat sama.

Namun, oleh para pendukung industri kedirgantaraan, langkah pemerintah dianggap bijak. Banyak argumen dimunculkan. Ada argumen soal dukungan: bicara tentang layak atau tidak industri ini dipertahankan. Ada dua hal yang dikemukakan. Pertama: adakah negara memandang keberadaan PT Dirgantara penting? Jika ya, layak dipertahankan. Kedua, di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, perusahaan seperti Boeing dan Airbus disubsidi oleh negara. Kalau Boeing saja disubsidi, apa yang aneh kalau kemudian Indonesia juga menyubsidi PT Dirgantara?

Di antara mereka yang setuju penyelamatan pun ada perbedaan. Misalnya antara Menteri Negara BUMN dan Menteri Negara Riset dan Teknologi. Yang satu ingin menyelamatkan dengan menjualnya ke mitra strategis, sedangkan yang lain meminta kepemilikan PT Dirgantara dipertahankan karena masih menguntungkan.





Indikator Pekan Ini:

Nurcholish Madjid jadi juga mengambil formulir kesertaan dalam konvensi pemilihan calon presiden Partai Golkar. Sebelumnya, sempat terjadi keraguan soal perlunya ia terus mengikuti proses ini. Keraguan muncul setelah ada informasi ikut sertanya Akbar Tandjung dalam konvensi. Cak Nur melihat ada ketidakseimbangan jika pengurus partai ikut bertanding. Begitupun, ia akhirnya mengambil formulir konvensi.

Selesai? Belum. Ada yang tetap memintanya mundur, tapi tak sedikit yang mendorongnya untuk terus maju. Bagaimana pendapat Anda? Apakah Nurcholish Madjid perlu untuk terus mengikuti konvensi Partai Golkar sebagai proses pemilihan calon presiden 2004? Anda bisa menyuarakannya dengan mengklik situs www.tempointeraktif.com dan katakan pendapat Anda.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data