Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 22/XXXII/28 Juli - 03 Agustus 2003
   
Album

Arswendo Atmowiloto

Bukan Arswendo Atmowiloto jika tak punya ide segar dan nganeh-anehi. Seniman, sutradara, penulis, dan bekas Pemimpin Redaksi Tabloid Monitor ini memunggawai sekitar 45 orang dari pelbagai profesi untuk membacakan puisi ”pembebasan”. Ada sastrawan, seniman, penulis, politikus, artis, musisi, penyanyi, dan pengacara. Ada W.S. Rendra, Djaduk Ferianto, Sapardi Djoko Damono, Ria Irawan, Dewi Yul, Dewi Motik, Inul Daratista, Ayu Utami, atau juga Ninik L. Karim.

Perhelatan yang diselenggarakan di Pakubuwono Residence, Jakarta, pada 23-26 Juli 2003 itu dimaksudkan untuk memperingati ulang tahun Jakarta, Juni lalu. Agak terlambat, memang. Tapi Wendo—sapaan akrabnya—punya argumen sendiri. ”Ini usaha untuk menyadarkan dunia perpuisian Indonesia, yang kian jauh dari kehidupan keseharian,” ujar seniman nyentrik ini.

Bagi Wendo, berpuisi itu layaknya nembang (melantunkan lagu-lagu Jawa), yang jadi kebiasaan orang-orang tua dulu. Menurut dia, kebiasaan itu sudah tak bisa dinikmati lagi setiap saat. Makanya, acara bertajuk ”45 Tokoh Serukan Puisi Pembebasan” dijadikannya terobosan demi membumikan puisi Indonesia kekinian.



”Tim ad hoc ini pro-justicia. Jadi, kalau tidak memenuhi panggilan kami, sama saja melakukan perlawanan hukum.”

Salahuddin Wahid, Ketua Tim Ad-hoc Kerusuhan Mei 1998, Rabu pekan lalu, mengomentari ogahnya 20 perwira TNI dan bekas panglima TNI dipanggil Komnas HAM.

”Kalau mau jujur dalam artian netral, mestinya Akbar bersedia mundur dari ketua umum, karena DPP harus netral. Kan ada panitia, ada badan pengawas, dan itu harus bertanggung jawab pada DPP.”

Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis lalu, mengenai ikutnya Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung dalam konvensi calon presiden versi Golkar.



TEMPO DOELOE

28 Juli 1165

Filsuf mistis Islam Ibn al-’Arabi lahir.

28 Juli 1750

Komposer Jerman Johann Sebastian Bach meninggal dalam usia 65 tahun setelah sebuah operasi mata yang gagal.

28 Juli 1914

Koalisi Austria-Hungaria menyerbu Serbia, menandai dimulainya Perang Dunia I.

28 Juli 1998

Monica Lewinsky menerima kekebalan atas segala tuntutan hukum untuk bersaksi di hadapan grand jury tentang hubungannya dengan Presiden Bill Clinton.

29 Juli 1754

Pertandingan tinju internasional pertama digelar. Dalam partai selama 25 menit ini, Jack Slack, petinju dari Inggris, mengkanvaskan Jean Petit dari Prancis.

29 Juli 1890

Seniman Vincent van Gogh tewas setelah menembak dirinya di Auvers, Prancis.

29 Juli 1981

Pangeran Charles menikahi Lady Diana Spencer.

29 Juli 1997

Setelah terkontaminasi merkuri selama 40 tahun, Teluk Minamata di Jepang dinyatakan bebas merkuri.

30 Juli 1792

Lagu kebangsaan Prancis La Marseillaise ciptaan Claude Joseph Rouget de Lisle untuk pertama kali dinyanyikan di Paris.

30 Juli 1930

Uruguay mengalahkan Argentina 4-2 dalam putaran final sepak bola Piala Dunia pertama di Montevideo.

31 Juli 1790

Hak paten pertama di AS dikeluarkan untuk Samuel Hopkins, yang menciptakan alat pemroses potasium untuk pupuk.

31 Juli 1845

Angkatan bersenjata Prancis memperkenalkan saksofon sebagai instrumen band kemiliteran. Alat musik ini ditemukan oleh seorang Belgia, Adolphe Sax.

31 Juli 1932

Enzo Ferrari pensiun dari dunia balap mobil. Kelak pada 1950 ia menciptakan mobil balap atas namanya sendiri.

1 Agustus 1619

Imigran kulit hitam pertama mendarat di Amerika Serikat di wilayah Jamestown, Virginia.

1 Agustus 1774

Ahli kimia Carl Wilhelm dan Joseph Priestly berhasil mengisolasi oksigen dari udara bebas.

2 Agustus 1939

Albert Einstein menyurati Presiden AS Theodore Roosevelt dan menyarankan agar AS memiliki program riset senjata nuklir.

2 Agustus 1990

Irak di bawah Saddam Hussein menginvasi Kuwait.

3 Agustus 1492

Christopher Columbus meninggalkan Spanyol dengan tiga kapal. Perjalanan yang menuntunnya ke sebuah benua yang kelak dikenal sebagai Amerika.

3 Agustus 1989

Hashemi Rafsanjani dilantik menjadi Presiden Iran.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data