Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 21/XXXII/21 - 27 Juli 2003
   
Inovasi

Masuk Jaringan dengan Tawa

Banyak jalan ke Roma. Mungkin ungkapan ini yang ada di benak Arkady Zaslavsky, ahli pembuat peranti lunak komputer ketika menciptakan program yang disebutnya SoundHunters. Program rancangan peneliti dari Monash University di Melbourne, Australia, ini memungkinkan seorang pengguna komputer masuk ke dalam jaringan hanya dengan tertawa.

Sebenarnya, prinsip teknologi itu adalah peranti lunak pengenalan suara. Bedanya, Zaslavsky menambahkan kumpulan agen kecerdasan—potongan-potongan kode komputer unik yang diprogram untuk mampu berpindah dari satu komputer ke komputer lain yang terdapat dalam jaringan.

Cara kerja sistem itu, jika seorang pengguna yang memiliki otoritas memasuki sebuah ruangan dan mengeluarkan suara atau tertawa, komputer terdekat dengannya akan merekam suara dan menganalisisnya. Jika suara dikenali, otomatis pengguna akan dimasukkan ke dalam jaringan.

Teknologi itu memudahkan staf jaringan karena mereka tak perlu lagi melakukan proses log-in ke setiap komputer yang sedang mereka gunakan. Begitu pula ketika pengguna bergerak ke ruangan lain, sistem akan tetap mengenalinya dari bunyi langkah kakinya. Setelah pengguna menetap di ruangan baru itu, program akan mengirim instruksi ke komputer yang paling dekat yang tidak aktif untuk menyala dan memasukkan pengguna tersebut ke jaringan.

Sejauh ini peranti lunak pengenal suara tawa masih dianggap kasar dan tidak dapat secara akurat membedakan orang. Tapi, prototipe sistem buatan Zaslavsky menunjukkan kemungkinan mengawinkan teknologi pengenalan suara dengan agen kecerdasan.

Dering Ponsel Pengusir Nyamuk

Di kota-kota besar, lazim bagi warganya memiliki telepon seluler (ponsel). Bisa jadi, inilah alat komunikasi utama mereka. Ternyata ponsel pun memiliki fungsi lain. Seperti di Seoul, Korea Selatan, ia menjadi semacam insektisida atau pengusir serangga.

Pada malam-malam musim panas di Seoul, tak ada yang lebih buruk daripada gangguan nyamuk. Itulah sebabnya, SK Telecom, operator ponsel besar dan penyedia layanan internet nirkabel di sana, sejak Senin pekan lalu meluncurkan layanan baru, yakni nada dering ponsel. Layanan ini diyakini dapat mengusir nyamuk dalam radius satu meter.

Dengan membayar 3.000 won (sekitar Rp 21 ribu), pengguna dapat men-download sebuah nada dering khusus dari situs web SK Telecom. Nada dering ini menggunakan spektrum gelombang suara tertentu yang membuat nyamuk kesakitan mendengarnya tapi tidak dapat dideteksi telinga manusia, yang hanya dapat menangkap gelombang suara berfrekuensi antara 20 hertz dan 20 ribu hertz.

Untuk mengusir nyamuk, pengguna dapat memutar dering itu terus-menerus. Tentu saja, ini bisa menghabiskan baterai ponsel. Tapi, menurut SK Telecom, konsumsi tenaganya tak lebih dari 30 persen.

Satelit Pencari Harta Karun

Kelak, para ahli arkeologi, paleontologi, atau pencari harta karun akan dilengkapi dengan satelit pengindra jauh. Satelit itu memiliki radar gelombang mikro yang mampu menemukan benda arkeologi, bangunan bawah tanah, bahkan kumpulan gua. Setidaknya, teori itu telah dibuktikan oleh Dan Blumberg, peneliti Israel dari Universitas Ben Gurion di Negev.

Blumberg dan sejawatnya, Julian Daniels, berhasil menemukan kembali letak potongan-potongan aluminium yang mereka tanam di dalam Gurun Pasir Negev pada kedalaman beragam. Mereka mendapat bantuan radar gelombang mikro yang dikirim dari sebuah pesawat udara yang melintas di atas gurun.

Menurut para peneliti itu, kelemahan teknologi ini, hanya efektif untuk daerah kering seperti padang pasir. Di bumi, wilayah seperti ini luasnya hanya 15 persen. Untuk wilayah yang tidak kering, pemindaian radar akan terganggu karena cairan dapat menyerap radiasi.

Sejauh ini, kedalaman yang dapat dijangkau oleh radar gelombang mikro baru 40 sentimeter dari permukaan tanah. Blumberg dan Daniels berencana melanjutkan penelitiannya dengan menggunakan spektrum gelombang mikro yang paling panjang untuk meningkatkan jangkauan. Spektrum radar jenis ini kerap disebut pita-P, yang memiliki panjang gelombang 30-100 sentimeter dan berfrekuensi 1-1,3 gigahertz.

Bukan tak mungkin, dengan teknologi ini, rute sungai purba yang membentang di bawah Gurun Sahara dapat ditemukan. Atau bungker Saddam Hussein, pipa minyak bawah tanah yang bocor, dan harta karun keluarga Firaun.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
29/XXXVII/08 - 14 September 2008

 

Berita lainnya

Atlet dan Mantan Atlet Terima Penghargaan - 08 Sep 2008 | 10:56 WIB
Bukan Dalang Biasa - 08 Sep 2008 | 10:47 WIB
Brasil Cukur Chili - 08 Sep 2008 | 10:41 WIB
Importir Karet Thailand Beralih ke Indonesia - 08 Sep 2008 | 10:40 WIB
Mayoritas Guru di Malang Belum Bersertifikat - 08 Sep 2008 | 10:26 WIB
Partai Republiku Sudah Siapkan Calon Legislator - 08 Sep 2008 | 10:26 WIB
Heart Bersaudara Tuntut Sarah Palin - 08 Sep 2008 | 10:25 WIB
Di Luar Kata Sitok dan Acep - 08 Sep 2008 | 10:19 WIB
15 Menit di Istanbul - 08 Sep 2008 | 10:19 WIB
Soal Republiku, Komisi Pemilu Ajukan Kasasi ke MA - 08 Sep 2008 | 10:18 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data