Heboh Penyelamatan Dirgantara |
Apakah Anda setuju pemerintah membantu keuangan PT Dirgantara Indonesia? (18 - 25 Juli 2003) | | Ya |  | | 46.7% | 504 | | Tidak |  | | 50.7% | 548 | | Tidak tahu |  | | 2.6% | 28 | | Total | 100% | 1.080 |
PEMERINTAH memutuskan mengambil alih utang PT Dirgantara Indonesia. Keputusan ini lantas mengundang polemik. Bagi mereka yang sejak awal menentang proyek ”lompatan teknologi jauh ke depan” itu, jelas keputusan ini seperti terus memasang selang oksigen ke pasien sekarat. Karena itu, mereka menolak kebijakan ini—setengah lebih pengakses Tempo Interaktif sepanjang pekan lalu berpendapat sama.
Namun, oleh para pendukung industri kedirgantaraan, langkah pemerintah dianggap bijak. Banyak argumen dimunculkan. Ada argumen soal dukungan: bicara tentang layak atau tidak industri ini dipertahankan. Ada dua hal yang dikemukakan. Pertama: adakah negara memandang keberadaan PT Dirgantara penting? Jika ya, layak dipertahankan. Kedua, di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, perusahaan seperti Boeing dan Airbus disubsidi oleh negara. Kalau Boeing saja disubsidi, apa yang aneh kalau kemudian Indonesia juga menyubsidi PT Dirgantara?
Di antara mereka yang setuju penyelamatan pun ada perbedaan. Misalnya antara Menteri Negara BUMN dan Menteri Negara Riset dan Teknologi. Yang satu ingin menyelamatkan dengan menjualnya ke mitra strategis, sedangkan yang lain meminta kepemilikan PT Dirgantara dipertahankan karena masih menguntungkan.
Indikator Pekan Ini:
Nurcholish Madjid jadi juga mengambil formulir kesertaan dalam konvensi pemilihan calon presiden Partai Golkar. Sebelumnya, sempat terjadi keraguan soal perlunya ia terus mengikuti proses ini. Keraguan muncul setelah ada informasi ikut sertanya Akbar Tandjung dalam konvensi. Cak Nur melihat ada ketidakseimbangan jika pengurus partai ikut bertanding. Begitupun, ia akhirnya mengambil formulir konvensi.
Selesai? Belum. Ada yang tetap memintanya mundur, tapi tak sedikit yang mendorongnya untuk terus maju. Bagaimana pendapat Anda? Apakah Nurcholish Madjid perlu untuk terus mengikuti konvensi Partai Golkar sebagai proses pemilihan calon presiden 2004? Anda bisa menyuarakannya dengan mengklik situs www.tempointeraktif.com dan katakan pendapat Anda.
|
|