Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 20/XXXII/14 - 20 Juli 2003
   
Peristiwa

Theo Syafei Selamat

THEO Syafei, Ketua Pengurus Pusat PDI Perjuangan, diperkirakan lolos dari sanksi partainya. Rapat pleno PDI di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa pekan ini juga tidak akan mengagendakan pembahasan kasus dugaan suap yang melibatkan petinggi Partai Banteng Bulat itu dalam perebutan kursi Gubernur Kalimantan Timur, belum lama ini.

Menurut juru bicara dan Sekjen PDIP, Pramono Anung, "Tidak ada agenda yang akan membahas masalah itu." Permintaan Theo lewat surat per 26 Juli lalu kepada Ketua Umum Partai—untuk nonaktif selama proses hukum—dinilainya positif. "Jadi bagus, ada yang bersikap gentlemen," katanya. Padahal Ketua Fraksi PDIP, Roy B.B. Janis, sempat berjanji menindak jika memang Theo bersalah.

Permintaan mundur sang "jago strategi" PDIP yang mantan jenderal itu membuat posisinya sedikit aman dari serangan, terutama dari barisan "jalan aman" Partai. "Apalagi Megawati masih menganggap dia representasi militer, sehingga tetap akan dilindungi," ujar orang dalam PDIP. Namun, upaya melindungi dinilai oleh sebagian kalangan Banteng Bulat sebagai hal yang kontraproduktif, yang akan merusak wibawa DPP. "Beraninya menindak yang kecil, yang gede tidak ditindak," kata mereka.

Kalangan dalam Partai melihat langkah Theo itu kebablasan. Mengatasnamakan hasil rapat DPP, padahal rapat itu tidak pernah ada. Keputusan Ketua Umum, jika ada, misalnya, seharusnya disampaikan oleh Ketua Panitia Pemenangan Pemilu PDIP 2004, menurut prosedur Partai. Misalnya datang ke Kalimantan Timur atau mengundang anggota DPR PDIP setempat ke Jakarta, dan bukannya, "Sebagian wakil Banteng diundang (untuk dibrifing) ke Bandara Juanda," ujar sumber itu.

Theo sendiri sampai berita ini ditulis enggan berkomentar. TEMPO, yang mencegatnya di Batam, dalam peresmian Institut Intelijen Negara, bahkan tak bisa mendekatinya karena terhalang para pengawal Presiden.

Dwi Arjanto dan Fitri Oktarini, Wuragil (Tempo News Room)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
21/XXXVII/14 - 20 Juli 2008

 

Berita lainnya

Tentara Siap Amankan Perbatasan RI – Timor Leste - 18 Jul 2008 | 19:05 WIB
Dinas Pajak Kota Surabaya Sulit Tertibkan Pajak Parkir - 18 Jul 2008 | 18:51 WIB
Tentara Tidak Boleh Sombong dan Arogan - 18 Jul 2008 | 18:48 WIB
Menkum HAM: Hukuman Mati Masih Relevan - 18 Jul 2008 | 18:44 WIB
Makam Tan Malaka Di Kediri Belum Dibongkar - 18 Jul 2008 | 18:41 WIB
Jumlah Warga Miskin di Surabaya Meningkat - 18 Jul 2008 | 18:39 WIB
Diduga Korupsi Ketua DPRD Muarojambi Diperiksa - 18 Jul 2008 | 18:38 WIB
Polda Jabar Ingatkan Penjarah Perkebunan - 18 Jul 2008 | 17:59 WIB
Krisis Listrik, Hiburan Malam Aman - 18 Jul 2008 | 17:35 WIB
Polisi Kejar Bandar Uang Palsu - 18 Jul 2008 | 17:32 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data