Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 20/XXXII/14 - 20 Juli 2003
   
Nasional

Antara Restu dan Isyarat

Perebutan posisi gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur berlangsung seru. Anggota Fraksi TNI-Polri jadi penentu.

ABDURRAHMAN Wahid harus menjarik lagi kata-katanya. Minggu lalu, Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa itu bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung di Hotel Grand Hyatt Jakarta. Padahal, sebelumnya, Gus Dur—panggilan akrab Abdurrahman—pernah berucap tak sudi berjumpa dengan pemimpin partai yang terlibat Sidang Istimewa MPR yang melengserkan dirinya dari takhta presiden.

Apa boleh buat, politik tak mengenal adanya permusuhan ataupun pertemanan yang abadi. Perseteruan di antara keduanya kini untuk sementara mesti dikesampingkan. Kedua pemimpin partai tersebut sekarang justru bahu-membahu menggotong misi bersama: memenangi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.

Semula ada banyak nama beredar di ajang persaingan Gubernur Jawa Timur yang bakal digelar 17 Juli mendatang. Mereka antara lain bekas panglima kodam di Jawa Timur Haris Sudarno dan Djoko Subroto, Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Saifullah Yusuf, Ketua PBNU Sholahuddin Wahid, dan Ketua NU Jawa Timur Ali Maschan Musa.

Tapi, mendekati garis akhir, sirkuit pertarungan mengerucut di dua pasangan: Imam Oetomo-Soenarjo, yang didukung Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Gabungan, serta Abdul Kahfi-Ridwan Hisjam, yang disokong Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa dan Fraksi Partai Golkar.

Ditilik dari jumlah kursi masing-masing fraksi di DPRD Jawa Timur, persaingan di antara kedua pasangan itu tampak berlangsung ketat dan berimbang. Fraksi PDI Perjuangan memiliki 31 kursi, sedangkan Fraksi Gabungan menguasai 15 kursi. Di pihak seberang, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa mendominasi dengan 33 kursi, plus 11 kursi dari Fraksi Partai Golkar.

Jadi, di atas kertas, Imam Oetomo-Soenarjo didukung 46 suara, sedangkan Abdul Kahfi-Ridwan Hisjam disokong 44 suara. Mengingat ada 100 kursi di Jawa Timur, siapa yang bisa mendulang 51 suara akan keluar sebagai pemenang. Nah, sisa suara yang harus dicuri oleh kedua pasangan itu, tak bisa lain, berasal dari Fraksi TNI-Polri sebanyak 10 suara.

Memang, dalam politik, hitungan mate-matis seperti itu bisa mengecoh. Soalnya, selalu ada kemungkinan perpecahan dan pembelotan suara ke kubu lawan. "Tikaman dari belakang" itulah yang menjadi kekhawatiran PKB. "Golkar bisa saja membelokkan suara mereka ke Imam Oetomo-Soenarjo," kata sumber TEMPO di partai kaum nahdliyin itu. Apalagi sejumlah politikus tua Partai Beringin terang-terangan condong mendukung Imam.

Edy Wahyudi, Ketua Fraksi Partai Golkar, sebetulnya sudah menepis kekhawa-tiran itu. Ia justru mewanti-wanti PKB untuk menjaga kekompakan 33 suaranya. "Sisanya biar kami yang mengupayakan. Kami sendiri sudah punya modal 11, jadi tinggal mencari 7 suara lagi," ujarnya.

Namun PKB tampaknya tak mau percaya begitu saja. Untuk itulah digelar pertemuan antara Gus Dur dan Akbar. Setelah pertemuan, keluarlah instruksi Akbar agar kader Golkar di Jawa Timur mendukung Kahfi-Ridwan. "Harus solid memenangkan Ridwan," ujar Akbar.

Ridwan sendiri dikenal sebagai politikus yang cerdik, banyak akal, dan jago bermain di "lapangan becek". Di pundaknya tertumpu harapan mencuri suara dari Fraksi Gabungan dan TNI-Polri. Dan ia optimistis berhasil. "Politik itu ditentukan pada lima menit sebelum pertandingan usai," ujarnya kalem.

Gocekan Ridwan mulai terasa. Ia disebut-sebut berhasil menggaet lima anggota Fraksi TNI-Polri menyusul adanya pertemuan dengan seorang bekas petinggi militer yang berpengaruh

Kahfi-Ridwan dengan diantar bos PAN Jawa Timur, Sulthon Amien, juga telah menemui Amien Rais. Pertemuan ini memunculkan harapan bakal berpindahnya suara anggota dewan dari partai berlambang matahari terbit itu. Tapi hal itu ditampik Achmad Rubaie, anggota Fraksi Gabungan dari PAN. "Empat suara PAN tetap solid mendukung Imam Oetomo-Soenarjo," ujarnya.

Di sisi lain, pasangan Imam Oetomo-Soenarjo tak kalah optimistis, terutama setelah keluar restu dari Presiden Megawati, yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, 10 Juni lalu. Berkat restu itu, suara PDIP 100 persen akan berada di pihaknya. "Insya Allah, sisa suara lainnya akan tercapai," katanya. Dan ia tampaknya melirik ke Fraksi TNI-Polri.

Fraksi baju seragam ini telah diminta oleh Panglima Kodam Brawijaya, Jawa Timur, Ahmad Djunaidi Sikki, untuk menggunakan hak suaranya. "Saya minta mereka solid dan tak abstain," ujarnya. Sikki juga memberikan pandangan agar anggota Fraksi TNI-Polri mempertimbangkan calon yang memiliki kredibilitas dan akseptabilitas, mengakar di Jawa Timur, serta memiliki komitmen kuat kepada rakyat Jawa Timur.

Sikki memang tak menyebut nama, tapi isyaratnya tampaknya mengarah kepada Imam Oetomo, gubernur sekarang dianggap telah membawa ketenangan dan stabilitas selama memimpin Jawa Timur. Bila benar begitu, itu berarti Imam tak bertepuk sebelah tangan. Dengan tambahan suara Fraksi TNI-Polri, ia berada di jalur cepat perebutan kursi orang nomor satu di Jawa Timur.

Nugroho Dewanto, Adi Sutarwijono (Surabaya)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
27/XXXVII/25 - 31 Agustus 2008

 

Berita lainnya

Elpiji Tidak Akan Naik Selama Puasa - 29 Ags 2008 | 20:48 WIB
Gadai Saham Bakrie Dianggap Wajar - 29 Ags 2008 | 20:33 WIB
Pemerintah Jamin Pasokan Kebutuhan Pokok menjelang Lebaran - 29 Ags 2008 | 20:32 WIB
Massa Gus Dur Demo KPU Jawa Timur - 29 Ags 2008 | 20:28 WIB
BI Siapkan Rp 77 Triliun untuk Lebaran - 29 Ags 2008 | 20:26 WIB
Kejaksaan Bojonegoro Periksa Staf Sekretariat Dewan - 29 Ags 2008 | 20:26 WIB
Puluhan Ribu Ton Gula Petani Tidak Laku - 29 Ags 2008 | 20:24 WIB
Lokalisasi Seks di Malang Tutup, Takut Diancam Banser - 29 Ags 2008 | 20:21 WIB
Lapangan Terbang Jember Dioperasikan Secara Komersil - 29 Ags 2008 | 20:18 WIB
Pindad Rancang Panser Canon - 29 Ags 2008 | 20:14 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data