Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 20/XXXII/14 - 20 Juli 2003
   
Luar Negeri

Digoyang Senjata Pemusnah Massal

PERDANA Menteri Inggris Tony Blair sedang terguncang. Penyebabnya bukan ledakan bom, melainkan tuduhan bahwa ia telah menyesatkan publik. Yang menyerbunya juga bukan orang lain, melainkan parlemen dan publik Inggris sendiri. Blair dituduh memberikan berita menyesatkan atas laporan intelijen perihal program senjata pemusnah massal Irak.

Persoalan itu mencuat setelah pasukan koalisi pimpinan AS belum juga menemukan bukti bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal. Aki-batnya, di Inggris, Blair dicecar perihal alasannya untuk dulu ikut-ikutan menyerang Irak. Soalnya, dalih inilah yang dipakai oleh Blair untuk meminta dukungan parlemen dan rakyat Inggris buat ikut dalam pasukan koalisi.

Toh, Blair tetap bersikukuh pada laporan intelijen terdahulu yang menyebut Irak punya senjata pemusnah massal. Di depan parlemen pada Rabu minggu lalu, Blair berkata, "Saya tak ragu, pada akhirnya akan ada yang mengatakannya kepada kami, dan akhirnya kami akan punya bukti."

Keyakinan Blair bertabrakan dengan laporan BBC. Disebutkan, berdasarkan penuturan pejabat senior pemerintah, tak tertutup kemungkinan program pemusnah massal itu pernah ada di Irak. Tapi, ketika sampai pada pembuktian fisik, sulit untuk menemukannya. Diduga, Irak telah lama menghentikan program serupa sebagai bagian dari imbal bantuan dengan Prancis dan Rusia.

Agus Hidayat (Reuters, AP, BBC)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data