Digoyang Senjata Pemusnah Massal |
PERDANA Menteri Inggris Tony Blair sedang terguncang. Penyebabnya bukan ledakan bom, melainkan tuduhan bahwa ia telah menyesatkan publik. Yang menyerbunya juga bukan orang lain, melainkan parlemen dan publik Inggris sendiri. Blair dituduh memberikan berita menyesatkan atas laporan intelijen perihal program senjata pemusnah massal Irak.
Persoalan itu mencuat setelah pasukan koalisi pimpinan AS belum juga menemukan bukti bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal. Aki-batnya, di Inggris, Blair dicecar perihal alasannya untuk dulu ikut-ikutan menyerang Irak. Soalnya, dalih inilah yang dipakai oleh Blair untuk meminta dukungan parlemen dan rakyat Inggris buat ikut dalam pasukan koalisi.
Toh, Blair tetap bersikukuh pada laporan intelijen terdahulu yang menyebut Irak punya senjata pemusnah massal. Di depan parlemen pada Rabu minggu lalu, Blair berkata, "Saya tak ragu, pada akhirnya akan ada yang mengatakannya kepada kami, dan akhirnya kami akan punya bukti."
Keyakinan Blair bertabrakan dengan laporan BBC. Disebutkan, berdasarkan penuturan pejabat senior pemerintah, tak tertutup kemungkinan program pemusnah massal itu pernah ada di Irak. Tapi, ketika sampai pada pembuktian fisik, sulit untuk menemukannya. Diduga, Irak telah lama menghentikan program serupa sebagai bagian dari imbal bantuan dengan Prancis dan Rusia.
Agus Hidayat (Reuters, AP, BBC)
|