Bekas Tahanan Guantanamo Menuntut |
MUHAMMAD Sagheer sudah kembali ke kampung halamannya. Penduduk Pattan, wilayah Kohistan, Pakistan barat laut, ini ditangkap tentara Aliansi Utara di Afganistan pada November 2001 dengan tuduhan terkait jaringan Al-Qaidah. Setelah mengalami beberapa kali perpindahan, dari Mazar-e-Sharif, terakhir ia nyangkut di penjara Guantanamo, Kuba.
Menurut pengacaranya, Chaudry Ikram, Sagheer mengalami tekanan hebat selama menjalani tahanan. Empat pemimpin pasukan AS yang ada di kamp Guantanamo melakukan supervisi langsung atas pemeriksaan terhadap Sagheer. Hasilnya, menurut Chaudry, "Mereka gagal membuktikan keterlibatan Sagheer," yang akhirnya dibebaskan dan dipulangkan ke Pakistan.
Atas peristiwa penahanan yang sewenang-wenang itulah Sagheer, melalui Chaudry, menuntut pemerintah AS sebesar US$ 10,4 juta. Soalnya, kata Chaudry, akibat penahanan dan pemeriksaan berat, kliennya mengalami gangguan kejiwaan. Chaudry melayangkan surat gugatan ke pemerintah AS minggu lalu melalui Kedutaan AS di Pakistan. Tembusannya ia sebarkan ke pemimpin Pakistan, Jenderal Pervez Musharraf, Menteri Dalam Negeri, Uni Eropa, Amnesti Internasional, Human Rights Watch, dan beberapa organisasi lainnya.
Agus Hidayat (Reuters, AP, BBC)
|