|
BEROLAHRAGA itu sehat, tapi jangan berlebihan. Terutama pada atlet, olahraga disinyalir sebagai pemicu penyakit jantung dan osteoporosis. Kondisi ini terjadi bila gerak badan yang berlebih tidak diimbangi dengan porsi makanan yang sesuai.
Kabar ini datang dari tim dokter di Medical College of Wisconsin, Amerika Serikat. Mereka mengatakan bahwa para atlet—terutama wanita—dengan jadwal menstruasi tidak teratur dan makan dengan porsi yang lebih sedikit berisiko terserang penyakit jantung. Rata-rata penyakit ini muncul pada usia 23 tahun. Dalam kondisi itu, pembuluh darah si atlet akan melebar sekitar 6 kali lipat dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi makanan dengan jumlah cukup.
Untuk itu, tim ini menganjurkan agar jumlah kalori yang dikonsumsi tak kurang dari 45 kalori/hari/kilogram berat badan. Pada mereka yang berat badannya sekitar 60 kilogram, misalnya, dianjurkan mengkonsumsi 2.700 kalori per hari. Dari jumlah tersebut, 60 persen terdiri atas karbohidrat, 15 persen protein, dan sisanya lemak. Saran ini berlaku bagi atlet dan orang yang gemar berolahraga paling sedikit 1 jam per hari.
Dewi Rina Cahyani (dari berbagai sumber)
|