Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 20/XXXII/14 - 20 Juli 2003
   
Kesehatan

Bagaimana Kembar Siam Terjadi

Tak ada orang tua yang ingin punya anak kembar siam. Sebab, secara kasatmata, kondisi keduanya sangat memilukan: lengket satu sama lain, bahkan kadang berbagi organ tubuh. Tapi, dunia memang bukan tempat di mana setiap keinginan tercapai.

Kalangan medis masih berbeda pendapat tentang kemungkinan terjadinya kembar siam. Ada yang menyebut 1 : 40 ribu kelahiran, tapi ada juga yang menyatakan 1 : 75 ribu-100 ribu kelahiran. Meski begitu, mereka sepakat bahwa kelainan ini muncul pada 1 : 200 pasangan kembar identik. Sebagian besar kembar siam (70 persen) berkelamin wanita, dan hanya sekitar 35 persen yang bisa bertahan hidup lebih dari sehari sejak dilahirkan.

Jenis-Jenis Kembar Siam

Jenis kembar siam ditentukan letak pelekatannya, yakni:


  1. Isciopagus (lekat pada tubuh bagian bawah, dari depan/belakang: tulang ekor dan sacrum, tulang di atasnya): kejadiannya 6 persen dari kasus kembar siam.
  2. Efolotorakopagus (lekat pada otak, kepala, dan dada).
  3. Torakopagus (lekat pada dada): paling umum terjadi, kejadiannya 35-40 persen dari kasus kembar siam.
  4. Cepalopagus (lekat pada tubuh bagian atas dan kepala).
  5. Pigopagus (lekat pada punggung): kejadiannya 20 persen dari kasus kembar siam.
  6. Parapagus (lekat pada tubuh bagian bawah, dari samping ke samping).
  7. Dicepalus (satu tubuh dengan dua kepala dan leher terpisah). Meski ada, kejadiannya sangat jarang.
  8. Omfalopagus (lekat dari pinggang sampai tulang dada bawah): kejadiannya sekitar 34 persen dari kasus kembar siam.
  9. Kraniopagus (lekat pada kepala): paling sulit dipisahkan, kejadiannya 2 persen dari kasus kembar siam.

Berikut garis besar poses terjadinya kembar siam:

Normalnya, sel telur (ovum) bertemu dan dibuahi satu sel mani (sperma). Hasilnya adalah zigot. Jika zigot kemudian membelah menjadi dua, akan terbentuk bayi kembar. Ketepatan waktu dan sempurnanya pembelahan akan menentukan bayi kembar yang akan lahir.

0-4 hari
Pembelahan zigot terjadi 0-4 hari setelah konsepsi (pembuahan). Hasilnya adalah bayi kembar identik dengan dua plasenta, dua korion (selaput terluar yang melingkupi embrio), dan dua amnion (selaput ketuban). Kembar seperti ini disebut dikorionik diamniotik.

4-8 hari
Pembelahan zigot terjadi 4-8 hari setelah konsepsi. Akan lahir bayi kembar identik dengan satu plasenta, tapi masing-masing punya korion dan amnion. Kondisi ini disebut dikorionik diamniotik plasenta tunggal.

8-12 hari
Pembelahan zigot terjadi 8-12 hari setelah konsepsi. Akan lahir bayi kembar identik dengan satu plasenta dan satu korion, tapi masing-masing punya amnion. Disebut monokorionik diamniotik.

>13 hari
Pembelahan terjadi lewat hari ke-12 setelah pembuahan. Akan lahir bayi kembar identik dengan berbagi plasenta, dan hanya memiliki satu selaput korion dan amnion yang disebut monokorionik monoamniotik.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data