|
REKAYASA genetis bisa jadi menjadi tumpuan kesehatan umat manusia di masa depan. Satu per satu penyakit berat kini bisa dikuak dan disembuhkan. Profesor Susumu Tonegawa dari Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat, berhasil mengidentifikasi gen penyebab skizofrenia (gila). Tonegawa, ahli otak dan memori, mendapatkan gen penyebab skizofrenia dari 20 penderita gangguan jiwa. "Gen unik tersebut mengalami mutasi dari gen normal," ujar Tonegawa.
Bisa jadi temuan Tonegawa, peraih Nobel bidang kedokteran pada 1997, menjadi harapan besar bagi penderita gangguan jiwa. Tonegawa berharap dapat mengembalikan gen penyebab skizofrenia menjadi gen yang normal. Selama ini, dunia kedokteran masih menganggap skizofrenia sebagai "misteri". Para psikiater hanya mampu menggali penyebab gangguan jiwa seorang pasien. Secara umum ada tiga pencetus skizofrenia: gangguan psikis, penyakit menahun, dan gegar budaya yang hebat.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut sekitar 50 juta orang di seluruh dunia menderita gangguan jiwa akut. Masalahnya, skizofrenia selama ini dikenal sebagai penyakit yang "tak tersembuhkan". Meski telah menjalani terapi pengobatan, seorang pasien masih rentan terhadap skizofrenia. n
|