Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 20/XXXII/14 - 20 Juli 2003
   
Indikator

Bau Sukhoi Keluarga Presiden

Apakah Anda yakin keluarga Presiden Megawati terlibat dalam pembelian Sukhoi?
(4 - 11 Juli 2003)
Ya
68.2%869
Tidak
21.4%272
Tidak tahu
10.4%133
Total100%1.274

PEMBELIAN peralatan militer dari Rusia berbuntut panjang. DPR membentuk panitia kerja karena menengarai ada kesalahan prosedur dalam pembelian itu. Pelanggaran yang paling berat adalah mengabaikan peran Menteri Pertahanan, yang menurut UU Pertahanan Negara adalah pihak yang paling berhak memutuskan dan memberikan persetujuan atau penolakan terhadap rencana pembelian peralatan militer dan pertahanan.

Pekan lalu, DPR sudah memanggil beberapa pengusaha yang diperkirakan mengetahui proses pembelian dengan sistem imbal dagang komoditas itu dan pihak lain seperti Direktur Jenderal Anggaran serta Kepala Perum Bulog. Bau tak sedap yang meruyak adalah dugaan keterlibatan keluarga Presiden Megawati. Nama yang disebut adalah Happy Hapsoro, menantu sang Presiden. Beberapa media menulis Happy ikut dalam pertemuan membahas pembelian dan mungkin mendapatkan ”sesuatu” dari kesepakatan itu.

Meskipun belum jelas posisinya, mayoritas pengakses Tempo Interaktif yakin ada anggota keluarga Presiden yang terlibat.



Indikator Pekan Ini:

Salah seorang pendemo yang diduga melakukan penyerangan fisik terhadap wartawan TEMPO, David A Miauw, divonis bebas oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis pekan lalu. Ia adalah orang kedua yang divonis bebas dalam kasus yang sama. Keputusan itu menegaskan tuntutan bebas dari jaksa penuntut umum. Banyak orang heran karena amat jarang seorang jaksa menuntut bebas terdakwa. Kejaksaan Agung bahkan menggelar eksaminasi terhadap jaksa penuntut dalam kasus itu. Apakah Anda setuju jika para penyerang kantor Majalah TEMPO itu diputus bebas oleh jaksa? Sampaikan pendapat Anda di www.tempointeraktif.com dan katakan pendapat Anda.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data