|
UTANG Astra International kembali berkurang.Perusahaan distribusi mobil ini kini tinggal memiliki utangUS$ 522,3 juta dan Rp 756,7 miliar. Pengurangan initerjadi setelah Astra membeli kembali (buyback) obligasi seri II sebesar US$ 113,5 juta danRp 7,67 miliar. Rabu pekan lalu, Direktur KeuanganAstra International, John Slack, mengumumkan bahwapembelian kembali obligasi itu dipatok pada harga 97,5persen. Sebelumnya, pada Februari lalu, Astra sudahmembeli kembali obligasi seri III senilai US$ 10,7 juta dan Rp34,2 miliar. Pembelian kembali ini dibiayai dengan danahasil penjualan saham Astra di Toyota Astra Motor sebesarUS$ 226 juta.
Pengurangan utang memang harus dilakukan Astra Interna-tional. Pada 1999 lalu, Astra berhasil merestrukturisasi utangnya sebesar US$ 1 miliar plus Rp 1 triliun. Tapi, setelah melakukan berbagai percepatan pembayaran utang, Astra kembali mengalami kesulitan untuk membayar utangnya. Tahun lalu, Astra kembali mengajukan restrukturisasi utang. Bersamaan dengan itu, Astra juga menjual sahamnya di berbagai anak perusahaannya, di antaranya di Toyota Astra Motor. Kini perusahaan yang dibangun keluarga William Soeryadjaya itu hanya memfokuskan diri pada distribusi mobil dan motor.
|