|
Pupuk Sriwijaya (Pusri) akan membangun pabrik pupuk majemuk berkapasitas 120 ribu ton per tahun. Pabrik yang berlokasi di Palembang ini dibiayai dengan dana US$ 6,5 juta atau sekitar Rp 50 miliar. Perusahaan milik negara ini tidak sendirian. Pusri akan menggandeng dua perusahaan Malaysia, yakni Pengedar Bahan Pertanian Sdn. Bhd. dan Tuaian Budi Sdn. Bhd. Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan di Jakarta, Kamis pekan lalu. Jika pembangunan berjalan lancar, pabrik pupuk majemuk ini sudah bisa beroperasi akhir tahun depan.
Menurut Direktur Utama PT Pusri, Zaenal Soedjais, pada tahap awal ini, Pusri belum terlibat dalam perusahaan patungan ini karena belum mendapatkan izin dari pemerintah. Mayoritas saham perusahaan ini dikuasai Pengedar (80 persen) dan sisanya dimiliki Tuaian. Namun, jika Pusri sudah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah, perusahaan pupuk terbesar di Indonesia ini akan memiliki 45 persen saham, lalu 40 persen dimiliki Pengedar, dan Tuaian mendapatkan sisanya. Pengedar selama ini sudah dikenal sebagai produsen pupuk terbesar di Malaysia. Saat ini Pengedar memiliki tiga pabrik pupuk di negeri jiran tersebut.
|