|
|
| |
Edisi. 20/XXXII/14 - 20 Juli 2003
|
Membedah Kekayaan Tafsir Indonesia Kekayaan tafsir di Indonesia juga terletak pada keanekaragaman pendekatan dan metodologi. |
| Khazanah Tafsir Indonesia: dari Hermeneutika hingga Ideologi | | Penulis | : | Islah Gusmian | | Penerbit | : | Teraju, Jakarta, 2003 |
|
BUKU ini diangkat dari tesis yang ditulis Islah Gusmian dan mencoba menelaah secara mendalam khazanah tafsir Indonesia yang muncul selama dasawarsa 1990. Ada 24 judul buku tafsir berbahasa Indonesia dan ditulis oleh muslim Indonesia dalam satu dasawarsa tersebut. Ada dua aspek utama yang dikaji buku ini, yaitu aspek teknis penulisan tafsir Al-Quran dan aspek hermeneutiknya.
Buku ini menyimpulkan tiga horizon baru dalam khazanah tafsir Indonesia. Pertama, penyajian tematik tampaknya menjadi mayoritas. Tapi, dalam wilayah metode tafsir, metode interteks juga menjadi kecenderungan umum. Sedangkan dari konteks pendekatan, kita bisa temukan tren pendekatan kontekstual. Dalam Cahaya Al-Quran: Tafsir Ayat-Ayat Sosial Politik karya Syu'bah Asa, misalnya, mendekatinya dengan kritik politik.
Kedua, tema-tema tafsir yang diangkat selama dasawarsa 1990 sangat dikondisikan oleh perkembangan situasi sosio-historis masyarakat Indonesia. Teologi kebebasan manusia, hubungan sosial antar-umat beragama, kesetaraan gender, dan tasawuf termasuk sebagai tema yang ramai diperbincangkan dalam wacana keilmuan di Indonesia selama dasawarsa 1990.
Ketiga, ada beragam perhatian penulis tafsir di Indonesia dalam satu dasawarsa ini. Ada yang secara khusus menaruh perhatian terhadap kajian Al-Quran. Ada juga yang hirau terhadap kajian keislaman secara umum. Bahkan ada yang secara akademik disiplin keilmuannya adalah bidang ekonomi, misalnya Dawam Rahardjo dengan Ensiklopedi Al-Qur'an-nya, dan juga bidang ilmu komunikasi, semisal Jalaluddin Rakhmat dengan Tafsir bil Ma'tsur-nya.
Sumbangan berharga dari buku ini terhadap kajian Al-Quran di Tanah Air tidak hanya terletak pada kekayaan informasi yang dihimpunnya. Lebih dari itu, dengan menggunakan analisis wacana kritis, kajian ini secara kritis mampu menunjukkan bahwa karya tafsir dengan pelbagai bentuknya tidak lepas dari bermacam kepentingan serta beraneka ragam cara representasi terhadap kepentingan tersebut. Itulah sesungguhnya yang diperlukan oleh seorang peneliti tafsir. Dan buku ini memulainya.
Sunarwoto Dema (alumni Jurusan Tafsir IAIN Yogyakarta, kini Pemimpin Redaksi Penerbit Sadasiva Yogyakarta)
|
|
| |
|
|
| buatan Radja|endro |
Majalah
Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

|
|
| |
|
|
|
|