|
Roeshan Roesli, 88 tahun
Roeshan Roesli, ayah musisi Bandung Harry Roesli, meninggal dunia di kediamannya, di Jalan Supratman 59, Bandung, Selasa pagi pekan lalu. Anak tunggal penyair dan sastrawan Marah Roesli itu meninggal akibat usia lanjut pada usia 88 tahun. Almarhum meninggalkan seorang istri, dr. Edyana Soetama, 84 tahun, empat anak, yakni Sri Rahmini Rachmani, Sri Utami Kusumawati, Marsis Amarullah, dan Djauhar Zoharsyah alias Harry Roesli, serta delapan cucu.
Menurut Harry Roesli kepada wartawan TEMPO Rinny Srihartini, sebelum pensiun, ayahnya bertugas di Markas Besar TNI sebagai Komandan Corps Polisi Militer (CPM) dengan pangkat mayor jenderal. Selama berkarier di militer, ia telah mendapat penugasan operasi di berbagai daerah, termasuk operasi penumpasan PKI di Madiun pada 1948 dan penumpasan DI/TII di Jawa Barat pada 1950-1955. Tak kurang dari 13 bintang tanda jasa telah dianugerahkan kepadanya selama ia mengabdi kepada Ibu Pertiwi.
Sebelumnya, lelaki yang aktif sebagai pelatih dan pengurus bidang olahraga tenis dan gulat itu memang mengidap sakit paru-paru. Pada saat-saat terakhir, ia tampak sehat dan bugar. Tapi takdir tak terelakkan. Almarhum dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di Masjid Al-Ikhlas, Jalan R.E. Abdullah, Ciomas, Bogor.
|