Reporter Radio 68H Dipukuli Tentara |
NASIB sial menimpa reporter Kantor Berita Radio 68H. Alif Imam Nurlambang, yang lagi mewawancarai seorang pengungsi di Panton Luas, Aceh Selatan, digebuki tentara hingga babak-belur. Terjadi setelah kontak senjata di sana, Kamis pekan lalu, Alif digerebek pasukan dari Kopassus, Brimob, dan Marinir, serta Satuan Gabungan Intelijen, yang menumpang dua truk dan mobil Kijang.
Korban dipukul dan ditendang lima tentara. Bahkan, saat reporter radio itu menyebut dirinya wartawan, salah seorang memukulnya dengan senapan M-16. "Sok jago! Sok kebal! Gue tembak sekarang!" kata Alif, yang luka di punggungnya, menirukan cercaan si pelaku.
Direktur Utama Kantor Berita Radio 68H, Santoso, mengecam kekerasan atas wartawannya. "Sekali lagi kami ingatkan, bahkan dalam keadaan perang pun, profesi wartawan harus tetap dihormati. Biarkan kami bekerja secara profesional. Biarkan para wartawan bekerja secara bebas," katanya. Hanya dengan kerja bebas tanpa tekanan dan penyanderaan, ujarnya dalam keterangan pers, Jumat pekan lalu, "Publik akan mendapatkan informasi yang jernih dan jujur." Alif langsung ditarik pulang ke Jakarta.
Tomi Lebang, Fadilasari (Lampung), Muannas (Makassar), Cahyo Junaedi (Aceh), Multazam (TNR)
|